Selasa, 13 April 2010

Stargate Project - Tim elit paranormal dalam intelijen Amerika

"Yang memampukan seorang penguasa bijak dan jenderal yang baik untuk bisa menyerang, menaklukkan dan mencapai hasil yang melebihi jangkauan manusia biasa adalah informasi awal."

-- Sun Tzu - The Art of War --


Sun Tzu, mengucapkan kalimat tersebut 2.500 tahun yang lalu, namun pesan ini sungguh masih relevan hingga saat ini.

Mengumpulkan informasi mengenai kondisi musuh adalah salah satu kunci kemenangan dalam peperangan dan taktik ini merupakan sebuah praktek yang lazim dilakukan di dunia intelijen.

Namun, ketika intelijen di dunia Timur mulai menggunakan teknologi-teknologi barat yang canggih, Intelijen dunia barat malah kembali ke cara-cara tradisional yang populer di kebudayaan timur. Ini tercermin dari proyek rahasia CIA yang bocor ke publik tahun 1995, yaitu proyek Stargate.

Proyek Rahasia Stargate
Proyek ini adalah proyek rahasia pemerintah Amerika Serikat yang dijalankan oleh CIA, bekerja sama dengan badan intelijen dan militer lainnya seperti NSA (National Security Agency) dan angkatan darat. Proyek ini mulai aktif sekitar tahun 1970an hingga ditutup pada tanggal 30 Juni 1995.

Tujuan proyek ini adalah untuk menyelidiki fenomena paranormal seperti remote viewing (kemampuan mendapatkan informasi tertentu dari jarak jauh tanpa harus berada di lokasi), Precognition (meramalkan suatu peristiwa yang akan terjadi di masa datang) dan Telekinesis (memindahkan sebuah objek tanpa menyentuhnya).

Walaupun kedengarannya mengada-ngada, namun penggunaan teknik Remote Viewing misalnya, telah dipakai oleh intelijen Amerika pada beberapa black operation di masa lampau. Salah satu tokoh yang dikenal ahli dalam penggunaan teknik ini adalah Ingo Swann, yang di kemudian hari menjadi otak dari Stargate. Ingo Swann juga adalah orang yang pertama kali menggunakan istilah Remote Viewing.

Ingo Swann

Tentu saja, CIA tidak sekedar hanya tertarik menyelidiki fenomena ini. Mereka juga menyelidiki kemungkinan penggunaannya di dalam dunia intelijen.

Dalam proyek ini, para peneliti mengembangkan satu set protokol yang dimaksudkan untuk membuat pengalaman-pengalaman paranormal seperti remote viewing menjadi lebih scientific. Mereka juga secara aktif berusaha menemukan metode yang bisa meminimalisir ketidakakuratannya.

Proyek ini dianggap sebagai usaha terakhir dalam komunitas intelijen Amerika dan para "viewers" ini hanya akan diberi tugas jika semua usaha lain telah dicoba dan gagal.

Pada masa jayanya, proyek ini memiliki laboratorium penelitian hingga 14 unit di seluruh Amerika dan paling tidak ada 22 remote viewers yang bekerja untuk menyediakan data intelijen.

Ketika proyek ini ditutup pada tahun 1995, paling tidak masih ada tiga orang remote viewer yang masih aktif di CIA.

Remote Viewing dan Intelijen
Ketika tugas diberikan, seorang viewer akan masuk ke sebuah ruangan bersama seorang pemandu. Di ruangan ini viewer akan memproyeksikan pikirannya sambil berusaha tetap menjaga kesadarannya.

Sang pemandu kemudian akan menunjukkan sebuah lokasi atau kordinat sebuah wilayah di peta, lalu meminta viewer untuk mulai memproyeksikan pikirannya. Kemudian pemandu akan menanyakan apa yang dilihatnya. Sang viewer kemudian membuat catatan dan sketsa untuk menggambarkan impresi yang didapatkannya.

Salah satu aspek penting dalam teknik ini adalah, sang viewer tidak boleh memberikan penilaiannya sendiri atas impresi yang didapat. Jika ini diabaikan, maka impresi yang dihasilkan akan menjadi tidak akurat.

Tidak selesai sampai disitu, Jika viewer telah mendapatkan beberapa informasi, maka Informasi ini masih harus diverifikasi oleh pihak lain untuk menemukan penafsiran yang cukup tepat.

Walaupun informasi yang didapat para viewer tidak selalu berguna, namun, para viewer di proyek Stargate terbukti pernah menghasilkan beberapa informasi intelijen yang cukup luar biasa.

Keith Harary
Keith Harary adalah salah satu remote viewer yang direkrut ke dalam proyek Stargate.

Pada tahun 1979, terjadi krisis penyanderaan warga Amerika di Iran, atau yang lebih dikenal dengan sebutan
Iran Contra.

Keith diminta untuk menyelidiki situasi di Iran dengan remote Viewing. Kemudian, Keith mulai memproyeksikan pikirannya.

Dari penglihatannya, Ia berhasil mengetahui kalau salah satu warga Amerika yang disandera di Iran "mengalami Nausea (Perasaan selalu ingin muntah) dengan satu sisi tubuhnya terluka/rusak" dan sandera itu "akan dibawa pulang dengan pesawat terbang beberapa hari kemudian".

Informasi ini cukup akurat. Seorang sandera yang bernama Richard Queen ternyata mengidap lemah otot, mata rabun, kordinasi tubuh yang kacau balau, vertigo dan multiple sclerosis yang mempengaruhi saraf di satu sisi tubuhnya. Akibatnya, Queen dilepas oleh para penyandera di Iran dan presiden Jimmy Carter mengirim sebuah pesawat untuk membawanya pulang.

Joseph McMoneagle
Lain lagi kisah Joseph McMoneagle, juga seorang Viewer. Pada tahun 1979, ketika perang dingin masih berlangsung antara Rusia dan Amerika, ia berhasil mengetahui informasi mengenai jadwal peluncuran kapal selam Rusia terbaru.

Ia mengatakan kalau kapal selam itu akan diluncurkan empat bulan setelah prediksinya, yaitu sekitar bulan Januari 1980.

Foto satelit yang didapatkan oleh intelijen Amerika menunjukkan akurasi prediksi ini. Di antara rekan-rekannya di Stargate, McMoneagle memang dikenal mampu memprediksi sebuah peristiwa beberapa bulan sebelum terjadi.

Jadi, kemampuan yang dimilikinya lebih kearah precognitive dibanding remote viewing.

Kemampuan ini didapatkannya ketika ia mengalami Near Death Experience (pengalaman hampir mati) di tahun 1970an. Setelah itu, ia mulai mendapatkan pengalaman-pengalaman paranormal yang membuatnya direkrut ke dalam proyek Stargate.

Patrick Price
Patrick Price adalah seorang remote viewer yang lain. Berbeda dengan viewer lainnya, Patrick memiliki akurasi yang sangat luar biasa. Di dalam proyek Stargate, kemampuannya boleh dibilang menyamai Ingo Swann, sang otak dari Stargate, dan persaingan di antara keduanya telah melegenda di kalangan CIA.

Pada tahun 1973, Patrick diberikan sebuah kordinat di wilayah Rusia dan diminta mendeskripsikan impresi yang didapatkannya mengenai wilayah tersebut. Hasilnya, para petinggi militer terkejut karena ia mendeskripsikan adanya sebuah fasilitas militer super rahasia di tempat itu.

Patrick yang tidak memiliki latar belakang militer atau intelijen bahkan mampu menyediakan daftar nama proyek yang berhubungan dengan aktifitas yang sedang berlangsung, termasuk proyek yang sangat sensitif dan rahasia. Ia bahkan bisa menyebut nama kode untuk fasilitas itu, tata letaknya dan nama orang-orang yang terlibat dalam proyek rahasia itu secara akurat.

Salah seorang petinggi CIA pernah mendeskripsikan Patrick dengan kalimat "He was extraordinarily accurate, unbelievably accurate".

Sekarang kalian tahu mengapa Uni Sovyet bisa runtuh dan takluk dengan Amerika Serikat.
Sayangnya Patrick meninggal pada tanggal 14 Juli 1975 sebelum sempat memberikan kontribusi yang lebih besar lagi.

Paul H Smith
Pada tanggal 17 Mei 1987, Iran meluncurkan sebuah rudal yang kemudian menghancurkan kapal fregat Stark milik Amerika Serikat. Peristiwa ini mengejutkan dunia, namun tidak bagi mereka yang terlibat di Stargate karena tiga hari sebelumnya, salah seorang viewer bernama Paul H Smith telah memprediksinya.

Dalam bukunya yang berjudul "Reading the Enemy's Mind: Inside Star Gate: America's Psychic Espionage Program", Smith mengatakan kalau ada rekannya di Stargate yang bahkan bisa membengkokkan sendok dengan pikirannya.

Mengenai ditutupnya proyek Stargate, Smith menyalahkan birokrat di pemerintahan Amerika yang skeptis dan takut untuk mengambil risiko.

Lyn Buchanan
Lyn Buchanan adalah seorang sersan yang direkrut ke dalam proyek Stargate. Namun ia bukan seorang remote viewer.

Lyn Buchanan adalah seorang ahli telekinesis. Selain itu ia juga seorang ahli komputer. Dua kemampuan ini cukup untuk menarik perhatian petinggi militer yang segera merekrutnya ke dalam proyek Stargate.

They are still watching
Pada tahun 1995, CIA melihat bahwa proyek ini tidak memberikan hasil yang signifikan terhadap intelijen. Jadi, mereka memutuskan untuk menutup proyek senilai 20 juta dolar ini untuk selamanya, walaupun banyak yang percaya kalau mereka masih menjalankannya secara diam-diam.

Setelah ditutup secara resmi, para veteran stargate yang masih hidup mulai terbuka mengenai subyek remote viewing kepada publik Amerika. Salah seorang Viewer bernama David Morehouse misalnya, mendirikan sebuah perusahaan yang khusus melayani pelatihan remote viewing untuk pengembangan diri manusia.

Paul H Smith kemudian mendirikan RVIS, juga perusahaan yang bergerak dalam bidang pelatihan remote viewing. Ia juga kepala dari IRVA (International Remote Viewing Associations), sebuah organisasi yang terdiri dari para veteran Stargate dan paranormal swasta generasi terbaru.

Lyn Buchanan, sang ahli telekinesis, bersama dengan Mel Riley, remote viewer Stargate, mendirikan PSI (Problems Solutions Innovations) yang juga menyediakan jasa Remote Viewing.

Jadi, berhati-hatilah, karena kalian tidak tahu siapa yang sedang mengintip.

(wikipedia, remoteview.com, en.allexpert.com)

Sabtu, 10 April 2010

Dua jet tempur Inggris terekam kamera sedang mengejar UFO

Sebuah rekaman yang diambil kameramen misterius menunjukkan adanya dua jet tempur Inggris sedang mengejar sebuah UFO. Rekaman ini diberitakan secara luas oleh media-media Inggris seperti dailymail.co.uk dan thesun.co.uk.

 
 

Rekaman selama 30 detik ini, yang diperkirakan diambil di West Midlands Service Station Park, menunjukkan adanya sebuah piring terbang dengan dua jet tempur dibelakangnya.



Mantan ahli UFO departemen pertahanan Inggris, Nick Pope mengatakan kepada the sun: "Ini mungkin adalah video terbaik yang pernah saya lihat. "

Mengenai kemungkinan kalau objek itu sebuah wahana baru milik militer, Nick menjelaskan:

"Militer tidak akan melakukan uji coba proyek rahasia di siang hari. Karena itu, rekaman ini bisa saja benar-benar menunjukkan UFO yang terbang di wilayah udara kita dan dikejar oleh pesawat militer, mungkin karena terlacak oleh radar."

Departemen pertahanan Inggris memang mengkonfirmasi kalau mereka akan mengirim jet tempur untuk memerangi ancaman di udara, namun mereka menolak mengomentari rekaman tersebut.

Nah, sekarang apakah rekaman itu asli?

Alasan saya memposting rekaman ini HANYA karena diberitakan oleh dua media yang saya singgung di atas sehingga saya rasa berita ini juga akan segera mampir ke media Indonesia.

Saya tidak ingin terdengar terlalu skeptis. Namun, sepertinya ada baiknya kita melihat rekaman ini dengan lebih kritis. Misalnya, kameramen misterius? hmm..Ini umum dalam sebuah hoax.

Lalu, UFO ataupun pesawat jet tempur itu yang tidak terlihat bergerak, seakan-akan objek-objek itu hanya menggantung di udara. Kita hanya melihat kamera yang digerakkan kesana-kemari oleh sang anonymous sehingga menciptakan efek pengejaran di udara. Jika dua jet dan UFO tersebut benar-benar bergerak, saya rasa sebentar saja mereka akan segera lenyap dari pandangan kameramen.

Lalu, tidak terdengarnya suara jet yang lewat. Dan satu lagi, rekaman yang terputus saat lagi seru-serunya? hmm lagi..

Jika kalian meminta pendapat saya, maka saya rasa rekaman ini palsu. Tetapi jika kalian beranggapan rekaman itu asli, saya tidak akan mendebatnya.

(dailymail.co.uk, thesun.co.uk)

Kamis, 08 April 2010

Fulcanelli - Alchemist yang misterius

"Salah satu kisah paling aneh yang pernah muncul dari awan misteri yang menyelimuti ilmu kuno alchemy adalah kisah yang menyangkut master modernnya, Fulcanelli"

---Kenneth Johnson, 1992---


Alchemy adalah sebuah ilmu pengetahuan kuno yang berfokus pada usaha untuk mengubah logam dasar menjadi emas (transmutasi), penelitian mengenai Elixir of Life (ramuan hidup abadi) dan pencapaian hikmat tingkat tinggi. Praktek ini telah dilakukan oleh penduduk masa purba, mulai dari Mesir, India, Mesopotamia, Eropa hingga Cina dan Jepang.


Salah satu aspek yang terpenting dari ilmu Alchemy adalah Philospher's Stone, sebuah substansi yang dipercaya mampu mengubah logam dasar menjadi emas. Substansi ini telah dicari oleh para alchemist selama ribuan tahun tanpa hasil.

Selama ini, Alchemy masih digolongkan kedalam Pseudo Science karena dianggap tidak mengikuti kaidah sains yang baku dan tidak ada bukti ilmiah yang dihasilkan. Bahkan Isaac Newton yang pernah menulis beberapa bahasan soal alchemy juga tidak berhasil memecahkan misteri Philospher's Stone atau Elixir of Life. Tentu saja, ini membuat ilmu alchemy tergantung-gantung diantara fiksi dan realita.

Namun, pada awal abad ke-20, di Paris, beredar sebuah rumor kalau di kota itu tinggal seorang alchemist yang hidup secara rahasia dan telah berhasil memecahkan rahasia kuno transmutasi, dengan kata lain, rahasia Philosopher's Stone sendiri. Alchemist ini dikenal dengan nama Fulcanelli.

Fulcanelli Muncul
Rumor ini berasal dari Eugene Leon Canseliet (1899-1982) dan sahabatnya Jean-Julien Champagne (1877-1932) yang mengaku sebagai murid langsung dari Fulcanelli. Kedua orang ini juga pendiri dari kelompok esoterik rahasia Perancis bernama Les Freres d'Heliopolis atau The Brotherhood of Heliopolis.

Eugene Canseliet

Jean-Julien Champagne

Fulcanelli yang berarti "The Fire of the Sun" disebut sebagai master yang memimpin kelompok kecil tersebut.

Menurut Canseliet, Fulcanelli adalah seorang pria yang sudah berumur, kaya raya dan memiliki pengetahuan yang luar biasa dalam seni, arsitektur dan bahasa. Ia juga disebut sebagai alchemist sejati yang telah memperoleh pengetahuan mengenai rahasia Philosopher's Stone. Namun, identitas pria misterius ini masih dirahasiakan dari anggota perkumpulan lainnya. Hanya Canseliet dan Champagne yang pernah bertemu muka dengannya.

Para anggota yang tidak pernah berjumpa dengan master alchemist ini mulai meragukan keberadaannya, sampai suatu hari, sebuah buku misterius muncul.

Buku itu muncul di Paris pada tahun 1926 dengan judul "Le Mystere des Cathedrales" atau 'The Mystery of Cathedrals" dan hanya dicetak sebanyak 300 eksemplar.

Konon, siapa saja yang membaca buku itu dengan cara yang tepat akan mengetahui rahasia transmutasi seperti mengubah timah menjadi emas. Nama pengarang yang tercantum di sampul depan buku itu hanya satu kata, Fulcanelli.

36 Ilustrasi pada buku itu dibuat oleh Jean Julien Champagne dan kata pengantarnya ditulis oleh Eugene Canseliet. Canseliet mengaku telah mengatur penerbitan buku itu atas permintaan pribadi dari Fulcanelli.

Dengan terbitnya buku ini, keraguan akan keberadaan tokoh misterius itu sirna karena buku itu mengandung tingkat intelektualitas yang luar biasa.

Buku ini berisi topik mengenai interpretasi simbol pada berbagai katedral Gothic dan bangunan lain di Eropa. Menurut isi buku ini, bangunan-bangunan Gothic tersebut menyembunyikan instruksi alchemy dalam simbol-simbol yang terukir di bangunan itu.

Walaupun topik ini sudah pernah disinggung oleh banyak penulis sebelumnya, namun tidak pernah ada orang yang menulis dengan cara yang begitu jelas dan spesifik. Dengan demikian Fulcanelli mulai menjadi pusat perhatian di kalangan para alchemist dan okultis di paris.

Pada tahun 1930, buku kedua kembali muncul. Judulnya "Les Demeures Philosophales" atau 'The Dwellings of the Philosophers". Sekali lagi, Canseliet menulis kata pengantarnya dan Champagne membuat ilustrasinya.

Canseliet mengaku kalau Fulcanelli sebenarnya juga telah membuat buku ketiga yang berjudul "Finis Gloria Mundi" atau "The End of Worldly Glory". Namun, entah mengapa, Fulcanelli memerintahkan untuk menghancurkan naskahnya sebelum diterbitkan.

Menurut Canseliet, Fulcanelli pernah memberikan kepadanya sejumlah bubuk alchemy yang disebut "powder of projection" pada tahun 1922. Dengan bubuk ini, Fulcanelli mengijinkan Canseliet mengubah empat ons timah menjadi emas.

Transmutasi
Kesaksian Canseliet mengenai kemampuan Fulcanelli mengubah logam menjadi emas diteguhkan oleh Albertus Spagyricus.

Dalam bukunya yang berjudul "The Alchemist of the Rocky Mountains", ia mengatakan kalau Fulcanelli pernah mengubah setengah pon timah menjadi emas dan mengubah empat ons perak menjadi uranium di tahun 1937.

Peristiwa transmutasi ini terjadi di Castel de Lere, dekat Borges dan disebut-sebut disaksikan oleh Pierre de Lesseps bersama dua ahli fisika, seorang ahli kimia dan seorang ahli geologi.

Albertus berkata:
"Ketika Fulcanelli menambahkan substansi tak dikenal kedalam setengah pon timah cair, timah itu berubah menjadi emas dengan berat yang sama. Fulcanelli melakukan hal yang sama dengan perak yang kemudian segera berubah menjadi Uranium. Ketika ditanya nama substansinya, ia hanya mengatakan kalau substansi itu berasal dari Ferrous Pyrite."
Tentu saja, jika peristiwa ini benar terjadi, maka tidak diragukan lagi, Fulcanelli mungkin adalah satu-satunya alchemist abad 20 yang berhasil melakukan transmutasi.

Selain kemampuannya melakukan transmutasi, Fulcanelli juga dipercaya memiliki pengetahuan yang jauh lebih maju dibanding jamannya. Kesaksian mengenai ini datang dari seorang ahli kimia yang juga jurnalis bernama Jacques Bergier.

Pertemuan dengan Jacques Bergier
Pada Juni 1937, Bergier mengaku pernah didatangi oleh seorang pria misterius yang memintanya untuk menyampaikan pesan kepada ilmuwan fisika Andre Helboner. Pria misterius itu berkata kalau ia merasa berkewajiban memperingatkan mereka akan bahaya yang bisa ditimbulkan dari usaha memanipulasi energi nuklir. Saat itu, bom atom belum tercipta. Ini berarti pria misterius tersebut memiliki pengetahuan yang belum dikenal luas di dunia sains saat itu. Bergier yakin kalau pria itu adalah Fulcanelli.

Jacques Bergier

Yang lebih aneh lagi adalah, setelah kunjungan ke Bergier, American Office for Strategic Services (Cikal bakal CIA) mulai mengadakan penelitian yang ekstensif mengenai sosok Fulcanelli hingga akhir perang dunia II. Tujuannya adalah untuk mengumpulkan semua ilmuwan yang memiliki pengetahuan awal mengenai nuklir untuk mencegah pembelotan kepada pihak musuh. Tetapi Fulcanelli tidak pernah ditemukan.

Pertemuan Terakhir Canseliet dan Fulcanelli
Dalam kesaksiannya puluhan tahun kemudian, Canseliet mengaku berjumpa lagi dengan Fulcanelli pada tahun 1954 dimana ia melihat Fulcanelli tidak bertambah tua. Ini menunjukkan kalau ia juga berhasil menemukan rahasia Elixir of Life.
"Master sudah sangat tua, namun 80 tahun seperti biasa saja baginya. 30 tahun kemudian, aku kembali melihatnya dan ia terlihat seperti seseorang yang berusia 50 tahun. Ia tidak terlihat lebih tua dibandingkan saya."
Saat itu Canseliet mengadakan perjalanan ke Seville, Spanyol, dimana ia dibawa melewati jalan yang berliku-liku menuju sebuah kastil besar yang berada di antara pegunungan. Setibanya disana, ia disambut oleh Fulcanelli sendiri.

Di dalam kastil, Canseliet mengaku melihat ada wanita dan anak-anak berpakaian seperti abad pertengahan. Lalu, Fulcanelli membawanya ke sebuah laboratorium dan mengijnkannya untuk melakukan eksperimen. Setelah perjumpaan itu, ia tidak pernah bertemu dengan Fulcanelli lagi.

Sosok Fulcanelli tidak pernah muncul lagi ke permukaan. Canseliet juga mengatakan kalau tahun itu adalah tahun terakhir perjumpaannya dengan tokoh misterius itu.

Jadi, disinilah misterinya berada. Apakah Fulcanelli benar-benar ada?

Siapa Fulcanelli Sebenarnya
Sejak kemunculannya, tokoh misterius ini telah menghantui para penganut alchemy dan okultisme di seluruh dunia hingga hari ini. Identitasnya yang tersembunyi membuat Fulcanelli dikultuskan oleh banyak kelompok alchemy di seluruh dunia.

Ada teori kalau Fulcanelli sebenarnya adalah anggota terakhir keluarga kerajaan Perancis, The Valois. Keluarga ini memang sejak lama telah tertarik dengan hal-hal magis dan mistik. Walaupun seluruh keluarga ini telah dibasmi oleh raja Henri III pada tahun 1589, namun ada keturunannya yang masih bertahan hingga tahun 1615.

Ada lagi teori yang mengatakan kalau Fulcanelli adalah penjual buku okultis, Pierre Dujols. Namun, Dujols diketahui bukan seorang alchemist sejati.

Yang lain percaya kalau Fulcanelli adalah salah satu dari tiga alchemist yang hidup di Perancis saat itu yang menggunakan pseudonim Auriger, Faugerons dan Dr.Jaubert. Namun, argumen melawan teori ini cukup masuk akal. Jika Fulcanelli adalah salah seorang dari mereka, mengapa menggunakan lebih dari satu nama alias?

Lalu, sebagian lagi mencurigai Pierre de Lesseps. Lambang keluarga Lesseps adalah kuda laut. Lambang Fulcanelli yang ditemukan di buku pertamanya juga kuda laut.


Patrick Riviere, murid Canseliet, punya pendapat berbeda. Ia percaya kalau Fulcanelli adalah Jules Violle, ahli fisika terkenal Perancis.

Jules Violle
Violle adalah seorang ahli fisika yang meneliti radiasi matahari dan penyerapannya oleh atmosfer.

Lalu, sebagian lagi percaya kalau Fulcanelli adalah F Jolivet Castelot, presiden dari Alchemist's Society of France tahun 1914.
Pria ini juga merupakan anggota dari Ordo Kabalistik de la Rose-Croix yang legendaris. Kesimpulan ini diambil karena pada sampul belakang buku kedua Fulcanelli yang berjudul "Les Demeures Philosophales" terdapat lambang perisai Dom Robert Jollivet, seorang biarawan abad ke-13 yang juga mempelajari alchemy. Jadi, wajar kalau orang mengira Fulcanelli adalah keturunan langsung dari Castelot.

Yang lain, mencoba mengambil jalan tengah. Menurut mereka, Fulcanelli bukan pseudonim dari satu orang, melainkan merujuk kepada The Brotherhood of Heliopolis yang didirikan oleh Champagne dan Cansaliet.

Namun, dari semua dugaan tersebut, dugaan paling populer selalu berkisar kepada dua tokoh yang memperkenalkan Fulcanelli ke publik untuk pertama kalinya, Yaitu Canseliet dan Champagne. Kedua orang inilah yang terlibat langsung dengan buku Fulcanelli dan mengaku mengenal Fulcanelli secara pribadi.

Canseliet dan Champagne yang misterius
Apakah Canseliet adalah tokoh dibalik nama Fulcanelli?

Ada beberapa keberatan mengenai teori ini. Saat buku pertama Fulcanelli terbit, usia Canseliet masih 20an tahun. Ia dianggap masih terlalu muda untuk memperoleh pengetahuan luas mengenai subjek alchemy yang rumit. Lagipula, penelitian terhadap gaya bahasanya pada kata pengantar menunjukkan adanya perbedaan dengan gaya bahasa pada isi buku tersebut.

Karena itu, mata orangpun tertuju kepada Champagne, sang ilustrator buku Fulcanelli. saat buku itu terbit, umurya sudah 50 tahun lebih.

Penerbit buku Fulcanelli bernama Jean Schemit percaya kalau Champagne adalah Fulcanelli karena pada beberapa kesempatan Canseliet menyebut Champagne sebagai masternya. Champagne lahir tahun 1877 dan sudah mempelajari alchemy sejak usia 16 tahun. Tahun 1916. Ia bertemu Canseliet yang berusia 17 tahun dan mengangkatnya sebagai murid.

Menurut beberapa orang, Champagne pernah mengakui kepada mereka kalau ia adalah Fulcanelli. Menariknya, di buku Le Mystere des Cathedrales, ada moto yang tertulis: UBER CAMPA AGNA. Bunyi kalimat ini memiliki kesamaan fonetik dengan nama lengkap Champagne, Jean-Julien Hubert Champagne.

Argumen ini diperkuat dengan fakta kalau Champagne adalah sosok dibalik pendirian perkumpulan Freres d'Heliopolis.

Namun, ada beberapa hal yang membuat orang menolak teori ini, yaitu karakter Champagne yang sepertinya tidak sesuai dengan kriteria seorang master alchemist.

Champagne adalah seorang pembual. ia juga suka berkelakar, suka bersilat lidah dan juga sering mabuk. Jadi, wajar saja kalau ia kadang suka mengaku sebagai Fulcanelli. Ia meninggal tahun 1932 akibat infeksi yang parah. Jempol kakinya bahkan sampai lepas dengan sendirinya. Sangat tragis untuk seorang master alchemist sejati.

Sepeninggal Champagne, Eugene Canseliet terus melakukan penelitian di bidang alchemy hingga meninggal pada tahun 1982. Sebelum kematiannya, ia mengakui kalau ia gagal memecahkan rahasia Philosopher's Stone ataupun Elixir of Life.

Dengan demikian, identitas Fulcanelli yang misterius ikut terkubur bersama dengan kematiannya.

(wikipedia, cassiopaea.org, allexperts.com)

Selasa, 06 April 2010

Makhluk "Oriental Yeti" ditangkap di Sichuan

Seekor makhluk aneh yang disebut sebagai "Oriental Yeti" telah ditangkap di sebuah hutan di wilayah terpencil di Cina tengah. 

Walaupun disebut dengan nama Yeti, makhluk ini sama sekali tidak terlihat seperti Yeti. Hewan tidak berbulu ini masuk ke dalam perangkap para pemburu di propinsi Sichuan setelah penduduk lokal melaporkan melihat hewan yang disangka beruang.

Salah seorang pemburu, Lu Chin, berkata: "Hewan itu terlihat seperti beruang tanpa bulu. Tapi ia memiliki ekor seperti kanguru."

"Suaranya juga tidak kedengaran seperti beruang - malah lebih mirip seperti kucing dan selalu mengerang setiap saat. Mungkin ia sedang mencari teman-temannya, atau mungkin, ia adalah hewan terakhir dari golongannya."


"Ada legenda lokal yang menceritakan adanya beruang yang dahulunya adalah manusia. Dan sebagian penduduk mengira itulah yang kami tangkap."

Hewan ini sekarang sedang dikirim ke para peneliti di Beijing untuk dilakukan tes DNA.

Jadi, makhluk apakah ini?

Melihat kulit makhluk ini, saya teringat dengan postingan saya sebelumnya mengenai beruang yang kehilangan bulunya di kebun binatang Leipzig. Kemungkinan hewan ini memang hewan biasa yang terkena penyakit kurap. Tapi pertanyaannya adalah, hewan apa yang memiliki kepala seperti anjing, badan bungkuk dan ekor yang panjang? Anjing biasa?

Ataukah panda merah? Hewan ini hidup di Sichuan.


Tidak mirip? Paling tidak ada alternatif pemikiran kan? :)

Atau, Luwak, alias Paradoxurus Hermaphroditus? Hewan ini yang menghasilkan kopi termahal di dunia (kopi luwak).


Ya. Sepertinya Ini lebih mirip.

Baca juga: Para dokter hewan dibingungkan dengan beruang yang kehilangan bulunya di Leipzig.

(dailymail.co.uk)


Senin, 05 April 2010

Misteri piramida-piramida Cina

Selama puluhan tahun, ada sebuah legenda, atau boleh dibilang rumor, yang beredar di dunia barat kalau di sebuah lokasi terpencil di Cina, ada banyak piramida misterius yang bahkan lebih besar dibanding piramida Mesir.


Selama puluhan tahun, pemerintah Cina dan para arkeolognya telah menyangkal keberadaan piramida-piramida ini, dan penyangkalan ini malah membuat dunia barat semakin tertarik untuk menyelidikinya.

Apakah benar ada piramida di Cina?

Apa yang sesungguhnya tersimpan di dalam piramida-piramida ini?

Mengapa pemerintah Cina menyangkal keberadaannya?

Namun, pada masa space imaging dan google earth, sekarang kita bisa tahu kalau piramida-piramida Cina benar-benar ada, bahkan berjumlah hingga 100 buah. Piramida-piramida ini terletak di propinsi Xaanshi di dekat kota kuno Xian.

The Great White Pyramid
Pada tahun 1983, Bruce Cathie, seorang penulis selandia baru mengaku kalau pemerintah Cina telah mengungkapkan kepadanya kalau piramida-piramida itu benar-benar ada. Namun tidak ada yang misterius, piramida-piramida itu hanyalah kuburan para kaisar.

Dalam bukunya yang berjudul The Bridge to Infinity (1983), Cathie menceritakan asal mula piramida Cina ini mulai dikenal di dunia barat. Semuanya bermula dari pengalaman seorang pilot angkatan udara Amerika bernama James Gaussman.

Saat itu, tahun 1945, Gaussman sedang terbang di antara India dan Cina dalam misi rutinnya. Ketika mesin pesawatnya mengalami masalah, ia harus menurunkan ketinggian. Pada saat itulah ia melihat piramida raksasa Cina yang misterius.

Dalam laporannya, ia mengatakan:
"Aku menerbangkan pesawat mengitari sebuah gunung dan kemudian kami masuk ke lembah. Tepat dibawah kami, terlihat sebuah piramida putih raksasa yang seakan-akan muncul dari negeri dongeng. Piramida itu putih gemerlapan. Mungkin terbuat dari logam atau bebatuan jenis tertentu. Seluruh sisinya berwarna putih. Namun yang paling menarik adalah batu di puncak piramida tersebut - sebuah material berharga seperti mutiara. Aku benar-benar takjub dengan kedashyatan bangunan itu."
Saat itu, boleh dibilang kalau piramida hanya identik dengan Mesir. Jadi, seharusnya laporan Gausmann bisa menarik perhatian lebih banyak peneliti di barat. Namun, Laporan Gaussman hanya berakhir di dalam arsip militer Amerika.

Dua tahun setelah laporan Gausmann, piramida Cina kembali muncul ke permukaan. Kolonel Maurice Sheahan, direktur Trans World Airline mengaku kalau ia juga melihat piramida raksasa Cina itu. Kesaksian Sheahan dimuat di harian New York Times pada 28 Maret 1947 dengan judul artikel "Penerbang Amerika melihat piramida raksasa Cina di pegunungan terpencil di barat daya Xian".

Dalam artikel tersebut, Sheahan mengatakan kalau piramida ini memiliki tinggi 300 meter dengan lebar 450 meter. Jika perkiraan ini akurat, maka piramida ini mengalahkan ukuran piramida Mesir yang hanya memiliki tinggi 135 meter.

Sheahan juga mengatakan kalau piramida ini terletak di lembah di kaki gunung Qin Ling sekitar 40 mil barat daya Xian. Di dekat piramida raksasa tersebut, ia melaporkan adanya ratusan gundukan kecil yang juga mirip dengan piramida. Namun kesaksian Sheahan tidak menyebutkan adanya batu seperti mutiara di puncak piramida.

Dua hari setelah artikel itu dimuat di New York Times, Kisah ini dimuat kembali di New York Sunday News. Kali ini mereka menampilkan sebuah foto piramida yang belakangan diketahui sebagai foto yang diambil oleh Gaussman tahun 1945.

Sejak saat itu bangunan ini menjadi objek perdebatan dan spekulasi.

Siapa yang membangunnya?

Untuk apa bangunan itu dibuat?

Tidak ada yang benar-benar tahu pasti karena saat itu, Cina menutup diri dari dunia luar.

Terobosan pertama baru datang beberapa puluh tahun kemudian dari seorang penulis Jerman bernama Hartwig Hausdorf. Dalam bukunya yang terbit tahun 1994 berjudul Die Weisse Pyramide (The white pyramid), ia menampilkan banyak foto piramida-piramida Cina. Hausdorf mengaku kalau ia telah diijinkan oleh pemerintah Cina untuk mengunjungi beberapa lokasi yang dahulunya terlarang untuk mengambil foto-foto tersebut.


Sekarang, piramida-piramida Cina sudah bukan rahasia lagi. Kita bisa melihat piramida-piramida ini dari google earth dan bahkan kita bisa mengunjungi langsung lokasi tersebut.

Berbeda dengan piramida Mesir yang terbuat dari batu-batu besar, piramida Cina boleh dibilang terbuat dari gundukan tanah yang dipadatkan yang dibuat sebagai kuburan para kaisar. Dua diantara piramida yang terbesar dan paling terkenal adalah Qin Shi Huang Mausoleum dan Maoling Mausoleum.

Qin Shi Huang Mausoleum
Mausoleum ini adalah piramida Cina yang terbesar. Tinggi awalnya adalah 76 meter, namun seiring dengan berjalannya waktu, piramida ini terkikis sehingga tinggal 47 meter. Dasarnya memiliki ukuran 357 meter X 354 meter.


Tempat ini adalah peristirahatan terakhir kaisar Qin Shi huang, raja pertama dinasti Qin yang membangun tembok cina dan menyatukan seluruh Cina pada tahun 221 SM.


Di dekat piramida ini juga, pada tahun 1974, tiga orang petani yang ingin membuat sumur tanpa sengaja menemukan parit-parit berisi patung-patung teracotta yang sekarang merupakan salah satu lokasi arkeologi paling termahsyur di dunia.


Menurut buku "Records of the Historian: Biography of Qin Shi Huang", sejarawan Sima Qian (145-90 SM) menyebutkan kalau mausoleum ini memiliki ruangan-ruangan yang berisi miniatur-miniatur istana dan paviliun dengan kolam air raksa yang mengalir di bawah langit-langit bertahtahkan permata yang membentuk gambar matahari, bulan dan bintang.

Dengan kata lain, isi mausoleum ini menunjukkan replika dari kerajaan sang kaisar lengkap dengan lima gunung suci di dalamnya.


Para peneliti Cina yang meneliti kandungan tanah di sekitar mausoleum memang menemukan adanya kandungan raksa yang cukup tinggi. Ini mengkonfirmasi kredibiltas tulisan Sima Qian. Menurut catatan Sima Qian, makam ini dibangun ketika Qin Shi Huang masih berusia 13 tahun. Pengerjaannya menggunakan hingga 700.000 pekerja dan diselesaikan dalam 20 tahun.

Para pekerja memindahkan tanah hingga sama tinggi dengan level air di dalam tanah, lalu lantainya dilapisi dengan perunggu cair yang kemudian ditimpa dengan batu sarkofagus. Ketika pengerjaannya selesai, seluruh pekerja yang mengetahui jalan masuk ke makam ini dibunuh untuk menjaga kerahasiaannya.

Hingga hari ini, piramida ini masih menyimpan rahasianya karena pemerintah Cina belum membongkarnya dengan alasan takut merusak beberapa bagian berharga dari kuburan itu.

Maoling Mausoleum
Mausoleum ini, yang kadang disebut piramida putih besar, memiliki ukuran dasar 222 meter X 217 meter. ini membuatnya menjadi piramida terbesar kedua di Cina.

Piramida ini adalah piramida yang fotonya terpampang di surat kabar New York Sunday news tahun 1947. Dengan kata lain, piramida inilah yang telah dilihat oleh Sheahan, dan mungkin juga oleh Gaussman. Namun, sepertinya Sheahan telah keliru memperkirakan tingginya karena piramida ini ternyata hanya memiliki tinggi sekitar 45 meter.


Mausoleum ini merupakan tempat peristirahatan terakhir Kaisar Wu yang bernama Liu Che (atau Wu Di) yang memerintah dari tahun 157-87 SM. Ini berarti piramida tersebut telah berusia 2.000 tahun lebih.

Sejarah mencatat kalau dibutuhkan waktu hingga 53 tahun untuk menyelesaikan bangunan ini dan di dalamnya tersimpan banyak objek berharga. Berbeda dengan mausoleum Qin Shi Huang, mausoleum ini telah diekskavasi dan sebagian artefak berharganya disimpan di museum dan dipamerkan.

Walaupun telah diketahui kalau piramida ini sama dengan piramida di foto yang muncul tahun 1947, banyak peneliti masih dibingungkan dengan satu misteri. Menurut Gaussman, ia mengaku melihat adanya material seperti mutiara di puncak piramida itu. Namun, kita dapat melihat kalau puncak piramida ini ternyata datar, seperti terpotong.

Apakah Gausmann berbohong?

Atau, apakah seseorang telah memindahkan puncak piramida tersebut?

Atau mungkin, di suatu tempat di Cina masih ada piramida putih raksasa setinggi 300 meter dengan puncak berkilau yang belum ditemukan?

(wikipedia, cultural-china.com, unexplainedearth.com)

Sabtu, 03 April 2010

Benarkah Fosil naga bertanduk ditemukan dan dipamerkan di Cina?

Ini menarik. Harian pikiran rakyat online pada tanggal 01 April 2010 menurunkan berita mengenai fosil naga bertanduk yang dipamerkan pada tanggal 4 Maret 2010 di Xinwei Ancient Life Fossils Museum di Anshun, China. Dan sekarang, kita akan melihat kredibilitas berita ini. 

Saya menerima email dari salah seorang pembaca bernama Wiandi:

"Maaf nih sebelumnya brother enigma, ane tadi baca di kaskus...terus ane nemuin artikel tentang fosil asli naga....hmmmm...menarik nih kata ane...tapi ane masih semu-semu kaga percaya ama tuh berita. So ane mau minta bantuan ama brother enigma buat menganalisis kebenaran mengenai berita ini. HOAX or NO HOAX...cuman itu yang ane pingin tau...n sedkit penjelasan tentunya ,,,,kata nyang nulis nih berita sumbernya dari Pikiran rakyat...hmmm...Koran besar nih...Koran sebesar itu apa mungkin salah berita??? kaga tau deh"

Menarik, karena link kaskus yang diberikan menunjukkan sebuah foto bangkai hewan yang jelas terlihat seperti naga di film-film. Dan postingan di kaskus mencantumkan harian pikiran rakyat sebagai sumbernya. Saya memverifikasinya dan memang menemukan berita ini dimuat di pikiran rakyat.

Karena itu mari kita menggunakan hak kita sebagai konsumen untuk berpikir kritis terhadap sebuah produk berita.


Ini cuplikan berita dari pikiran rakyat:

"PADA 4 Maret 2010, di Xinwei Ancient Life Fossils Museum, Anshun, Guangzhou, ada beberapa fosil unik dipamerkan. Materi yang dipamerkan dinamakan ”China Dragon Fossils”, merupakan fosil utuh yang ditemukan di bawah timbunan es abadi di Pegunungan Thianshan, Jalan Sutera. Mereka menemukan fosil ular naga yang selama beratus-ratus tahun diragukan keberadaannya. Ia memiliki sepasang tanduk di atas kepalanya dan bentuk tubuhnya sangat legendaris seperti hewan yang sering digambarkan dalam buku cerita dan patung kelenteng, serta hiasan istana kekaisaran."

Lalu, dilanjutkan dengan:

"Fosil naga awalnya ditemukan di Guanling County, Anshun City, tahun 1996. Para arkeolog menutup rapat-rapat penemuan itu sehingga masyarakat dunia tidak mengetahui temuan spektakuler tersebut."

Dan di paragraf terakhir berita ini, tertulis:

"Fosil tersebut merupakan temuan pertama di Cina dalam bentuk tubuh lengkap dengan sepasang tanduk dan sepasang cakarnya. Di situs Discovery Channel diperlihatkan beberapa bukti bahwa naga benar-benar memiliki tanduk."


Berita ini kemudian dikutip di kaskus, namun dengan tambahan berupa sebuah foto seperti bangkai naga.


Di pikiran rakyat, hanya ada berita tanpa foto. Di kaskus, berita ini ditambahkan sebuah foto. Apakah kaskus salah dengan menampilkan foto?

Jawabannya adalah tidak. Akan saya jelaskan sebabnya sebentar lagi.

Pertama, kita akan melihat terlebih dahulu pemberitaan oleh pikiran rakyat.

Ketidakakuratan Pikiran Rakyat
Harian ini tidak memuat sumber pemberitaannya sehingga kita tidak tahu darimana ia menyadur kisah ini. Jadi, saya harus menjelajahi internet untuk menemukan sumber pertamanya.

Nah, saya memang menemukan sebuah website yang saya yakini sebagai sumber awal berita ini (walaupun saya tidak bisa memastikannya). Website yang saya maksud adalah weirdasianews.com. Isi pemberitaannya boleh dibilang sama dengan harian pikiran rakyat dan mereka menampilkan foto naga yang sama dengan yang ditambahkan ke kaskus.


Jadi foto tersebut memang milik pemberitaan itu. Kaskus telah menaruh foto yang benar.

Sekarang, kita akan mulai menyelidikinya.

Untuk mengetahui apakah sesuatu itu hoax atau bukan, kita harus selalu kembali kepada "common sense", seperti:

"Mengapa kisah luar biasa ini tidak pernah diberitakan besar-besaran? Apakah penemuan sebuah fosil naga bertanduk tidak cukup menjual?"
Atau pertanyaan seperti:


"Mengapa sumber kisah ini berasal dari weirdasianews.com, bukan national geographic, bbc atau discovery channel?"
Jika pertanyaan ini tidak bisa dijawab, maka kemungkinan besar berita tersebut adalah hoax.


Sekarang, mari kita lihat isi berita dari pikiran rakyat dan membandingkannya dengan weirdasianews.

Pikiran rakyat, ternyata melakukan beberapa ketidakakuratan dalam pemberitaannya.

Pertama
, weirdasianews tidak menyinggung soal bukti yang dimiliki oleh Discovery Channel. Pikiran Rakyat telah menambahkannya sendiri. Dalam kalimat di paragraf terakhir disebutkan kalau Discovery memiliki bukti adanya naga bertanduk di situs mereka, tapi Pikiran rakyat tidak memberikan link situs tersebut.


Kedua, Weirdasianews mempublikasikan berita ini pada tanggal 29 Juni 2007 sehingga pemberitaan pikiran rakyat yang mengatakan kalau fosil itu dipamerkan pada tanggal 4 Maret 2010 adalah sebuah fakta yang tidak akurat dan jelas misleading.


Ketiga, Pikiran Rakyat menyebutkan kalau kota Anshun terletak di Guangzhou. Padahal Kota Anshun terletak di Guizhou. Dalam hal ini, weirdasianews benar karena mereka menulis Guizhou, bukan Guangzhou.

Keempat. Pikiran rakyat secara tidak akurat membandingkan naga tersebut dengan naga Cina yang bisa ditemukan di kelenteng. Foto tersebut jelas menunjukkan kalau fosil naga tersebut adalah naga versi Eropa. Naga Cina, seperti yang kita ketahui berbentuk ular.

Empat kesalahan yang cukup mendasar.

Ketidakakuratan Weirdasianews.com
Sekarang, kita akan melihat apakah weirdasianews memberitakan sesuatu yang akurat. Kita akan mulai dari museum yang disinggung di dalam berita tersebut.

Saya memasukkan nama Xinwei Ancient Life Museum di google dan saya tidak bisa menemukan informasi mengenainya diluar soal fosil naga ini. Lalu, untuk memastikannya kembali, saya masuk ke www.chinamuseum.info dan menemukan adanya daftar nama museum berdasarkan kota.

Guizhou ternyata tidak memiliki museum sama sekali.


Bayangkan, sebuah berita yang menyebutkan adanya fosil naga menyebutkan nama sebuah museum yang fiktif. Dengan satu fakta ini saja, seluruh kredibilitas pemberitaan akan runtuh dengan sendirinya.

Lalu, jika kita mencari kisah penemuan fosil ini yang disebut ditemukan di Anshun tahun 1996, maka kita tidak akan menemukan sumber lain yang kredibel. Berita penemuan ini hanya bisa ditemukan di blog atau web yang memuat kisah yang sama dengan weirdasianews.

Jadi, menurut saya, kisah ini adalah hasil karangan dari penulis weirdasianews. Tapi untuk memastikannya, kita harus kembali kepada foto naga yang bersangkutan.

Asal usul foto Naga
Pertama kali melihat foto ini, kita akan segera tertarik untuk bertanya:

"Katanya fosil naga itu dipamerkan di museum, mengapa di foto itu, ia terlihat seperti tergeletak begitu saja di sebuah ruangan yang mirip dengan sebuah gudang?"


Disini, kita mencium bau amis.

Karena itu, mari kita telusuri asal-usul foto ini.

Kita tahu kalau sebuah hoax, isu, rumor atau pemberitaan yang tidak benar bisa tersebar di dunia maya karena satu praktek yang disebut Copy Paste. Satu blog mengcopas berita heboh, yang kemudian akan dicopas oleh blog lain hingga akhirnya memenuhi forum-forum dan facebook. Dan kita mendapatkan sebuah berita heboh.

Dalam kisah naga ini, cukup ironis karena saya menemukan bukti kalau berita ini hoax juga akibat praktek copy paste. Akan saya jelaskan maksudnya.

Jika seseorang mengcopas tulisan sebuah artikel, mereka akan mendrag tulisan tersebut dan mengklik Copy, lalu mereka akan mempastenya di blog mereka.

Jika ada foto, ada dua cara mengcopynya.

Cara pertama, mereka bisa menyimpan foto tersebut di komputer, lalu mengupload ke postingan. Jika kita menggunakan blogspot, otomatis foto itu akan terupload ke account Picasanya dengan alamat url baru dari Picasa.

Cara kedua, sama dengan mengcopy tulisan. Mereka akan mendrag foto tersebut dan mengklik copy, lalu mereka akan mempastenya di blog mereka. Dengan cara ini, foto tersebut tidak akan berpindah alamat url.

Inilah cara saya menemukan asal usul foto ini.


Saya masuk ke beberapa website dan memeriksa alamat url foto naga yang ditampilkan di situ. Jika kalian menggunakan Mozilla Firefox, kalian bisa mengarahkan kursor ke foto tersebut dan alamat url-nya akan ditampilkan di kiri bawah browser seperti di foto di bawah ini.


Di salah satu website yang memuat foto naga ini, saya menemukan kalau gambar itu memiliki url di www.crawley-creatures.com.

Maka dari sinilah penelitian kita harus dimulai.

Saya masuk ke website www.crawley-creatures.com dan langsung menemukan tulisan ini di halaman muka:


"Crawley Creatures was established in 1986 in the Oxfordshire village of Crawley, producing Animatronic Creatures, Prosthetic Make-ups, Action props and Models, for feature films, television and commercials."

Perusahaan ini ternyata memproduksi makhluk-makhluk animasi dan model untuk film-film. Dalam website itu juga disebut kalau mereka membuat model-model untuk film-film seperti Star Wars - Return of the Jedi, Frankenstein, An American Werewolf in Paris dan lain-lain.

Di bagian Dragon, saya menemukan foto naga kita beserta foto-foto naga versi lain.


Ya, naga itu sebenarnya adalah sebuah properti film. Sekarang kita tahu mengapa di foto itu ia tergeletak begitu saja di lantai.

Di halaman web tersebut juga disebut kalau naga tersebut adalah properti yang digunakan dalam film Dragons: A Fantasy Made Real.

Dragons: A Fantasy Made Real atau kadang dikenal dengan judul The last Dragon adalah sebuah film dokumenter FIKSI yang diproduksi tahun 2004 oleh Discovery Channel. Kalian bisa melihat serba-serbi film ini di website discovery channel, animal planet, disini.


Dalam film dokumenter fiksi ini, diceritakan kalau fosil naga tersebut ditemukan di Rumania. Ini menjelaskan mengapa naga tersebut terlihat seperti naga versi Eropa, bukan naga versi Cina.


Tunggu sebentar, Film dokumenter fiksi ini diproduksi oleh Discovery Channel?

Deja Vu?

Ya, paragraf terakhir dari harian pikiran rakyat mengatakan kalau Discovery Channel memiliki bukti adanya naga bertanduk. Inikah bukti yang dimaksud?

Hmmm.................

(Semua sumber beserta linkback sudah saya sertakan di dalam tulisan)

Kamis, 01 April 2010

What! Pac-Man terlihat di bulan Saturnus?

Pac-Man, adalah sebuah game yang mungkin sudah pernah dimainkan semua orang. Banyak permainan yang lebih canggih muncul ke publik menggantikannya dan kita mengira Pac-Man akan segera ditinggalkan. Namun kali ini, dari sebuah tempat yang jauh di luar angkasa, Pac-Man muncul dan memberikan kepada kita sebuah pesan. Pac-Man Lives!


Wahana angkasa luar Cassini milik badan luar angkasa Amerika (NASA), Eropa (ESA) dan Italia (ASI) yang mengorbit planet Saturnus mendapatkan sebuah citra aneh pada salah satu bulan Saturnus, Mimas.

Mimas berdiameter sekitar 400 km dan memiliki sebuah lubang kawah bernama Herschel yang membuat orang segera teringat dengan "death star" dalam film Star Wars.

Wahana itu mengukur perbedaan temperatur di permukaan Mimas dan membuat sebuah peta berdasarkan pengukuran itu.

Dan, terlihatlah citra tokoh legendaris itu dalam posisinya yang paling termashyur!


Para ilmuwan tidak yakin mengapa Mimas bisa menunjukkan variasi seperti itu, namun mereka menduga kalau citra itu tercipta karena perbedaan tekstur pada material permukaan Mimas. Sebagian material tersebut mungkin bisa menyimpan panas lebih baik dibanding yang lain.

Tapi ilmuwan tetap saja terheran karena tidak menyangka akan mendapatkan citra unik seperti itu.

Ini mengingatkan saya dengan pesan-pesan tersembunyi pada sehelai kertas yang hanya bisa dilihat jika dipanaskan seperti di film National Treasures.

Apakah ini pesan tersembunyi dari para alien?

Just kidding!

Tapi, kalian mungkin akan berkata: "Brother enigma, saya yakin kalau foto itu cuma hasil photoshop yang digunakan sebagai senjata viral marketing untuk memasarkan game Pac-Man terbaru."

Masuk akal. Tapi selain BBC yang saya gunakan sebagai sumber tulisan, saya menemukan berita ini juga dimuat di Discovery.com dan Sciencedaily.com. Jika kalian masih belum yakin juga, maka kalian bisa mengecek foto aslinya di saturn.jpl.nasa.gov.

Jadi, foto di atas otentik, dan ini berarti Pac-Man dengan sukses telah memateraikan dirinya sebagai salah satu tokoh yang akan dikenang selamanya.



(news.bbc.co.uk)