Jumat, 04 Juni 2010

Rekaman UFO Kendari - Penjelasan alternatif

Sebuah objek misterius terekam oleh kamera ponsel seorang pelajar SMP di Kendari. Objek itu persis berada di tengah matahari yang bersinar dengan terang. Apakah objek itu sebuah piring terbang yang tertangkap kamera? ataukah ada penjelasan lain yang lebih masuk akal?


Dibawah ini kutipan dari berita news.id.msn.com tanggal 04 Juni 2010:

KENDARI - Penampakan benda aneh menyerupai piring dikelilingi sinar berwarna pelangi yang terekam kamera ponsel milik salah satu siswa SMP Negeri 9 Kendari, hanya berlangsung sekira 20 detik. Setelah itu, benda asing tersebut lenyap begitu saja.

"Itu nggak sengaja terekam kamera ponsel. Munculnya tiba-tiba selama 20 detik lalu hilang begitu saja," ungkap Wahlidar Adi Putra, salah satu siswa SMP Negeri 9 Kendari kepada okezone, Jumat (4/6/2010).

Menurut dia, penampakan tersebut terekam ponsel milik temannya bernama Ari, secara tidak sengaja. "Saat itu kami berlima iseng merekam pemandangan dekat sekolah. Tapi pas lihat hasil rekamannya muncul benda seperti piring yang dikelilingi cahaya berwarna pelangi," jelas Wahlidar.

Sebelum merekam, kata dia, tidak melihat ada benda tersebut di langit yang kondisinya cerah. "Karena sinar mataharinya yang bikin silau, jadi tak melihat apa-apa. Tapi pas liat rekaman di HP, muncul benda seperti UFO," imbuhnya.

Menurut Wahlidar, kejadian terekamnya benda yang diduga UFO ini pada Rabu lalu sekira pukul 12.00 WIB. "Jadi bikin heboh setelah tayang di televisi," terangnya yang mengaku percaya dan tidak percaya soal UFO karena baru pertama kali mengalami peristiwa itu.

Msn news melampirkan foto objek hitam tersebut. Bentuknya persis seperti piring terbang. Jadi wajar saja kalau masyarakat dibuat heboh olehnya.


Setelah berita ini mulai heboh ditayangkan, betaufo menerima rekaman tersebut dan menguploadnya ke youtube.



(Notes: Di msn news, dikatakan kalau Ari mengatakan mereka ingin merekam pemandangan sekitar sekolah. Namun, di liputan6.com atau di tempointeraktif.com disebutkan kalau mereka berniat merekam matahari yang terlihat memiliki cincin saat itu. Ini menjelaskan mengapa dalam rekaman tersebut hanya terlihat pemandangan matahari. Ketika mereka melihat "ufo" itu di kamera HP, sang anak segera men-zoomnya. Jadi, Saya tidak menganggap dua pemberitaan ini bertentangan karena bisa saja wartawan masing-masing media tidak mengutip seluruh perkataan mereka dengan lengkap. Bukti yang paling penting adalah hasil rekaman itu sendiri)

Sekarang, sekali lagi, pertanyaannya, apakah identitas objek hitam misterius itu?

Terus terang, saya tidak bisa memastikannya. Tapi, saya punya teori dan saya rasa tidak ada salahnya menceritakan teori itu kepada kalian.

Pertama, saya ingin menegaskan kalau saya percaya rekaman tersebut adalah asli dan bukan hasil rekayasa seorang anak SMP. Jadi, yang harus saya lakukan hanyalah mengidentifikasi objek hitam misterius tersebut.

Mari kita lihat karakteristik objek tersebut.

Objek itu terekam dengan sebuah kamera ponsel pada siang hari sekitar jam 12.00 siang dimana matahari bersinar dengan sangat terik. Lalu, Objek itu berwarna hitam dan terlihat menggantung di udara, persis di tengah-tengah matahari. Beberapa komentar pembaca yang saya baca di beberapa media menyebutkan kalau objek itu bergerak. Tetapi, saya tidak melihat adanya pergerakan pada objek itu.

Lalu, petunjuk lain yang menjadi kunci penting adalah, objek itu tidak terlihat dengan mata telanjang dan hanya terlihat ketika mereka melihat ponselnya. Saya kutip kembali Msn news:

Sebelum merekam, kata dia, tidak melihat ada benda tersebut di langit yang kondisinya cerah. "Karena sinar mataharinya yang bikin silau, jadi tak melihat apa-apa. Tapi pas liat rekaman di HP, muncul benda seperti UFO," imbuhnya.

Nah, sekarang, saya akan membeberkan teori saya.

Menurut saya, Objek hitam itu adalah "noda" yang ditimbulkan akibat ketidaksempurnaan exposure kamera.


Saya akan jelaskan maksudnya.

Kamera video ataupun kamera foto memiliki sensor elektronik di dalamnya yang mengubah cahaya menjadi sinyal elektronik. Jika objek yang terekam atau terpotret sangat terang, maka sensor itu akan kewalahan menerimanya, karena itu secara otomatis, pixel yang menerima cahaya berlebihan itu menjadi tidak berfungsi dengan baik. Akibatnya terbentuklah titik hitam di objek itu.

Ini menjelaskan mengapa anak itu tidak bisa melihat objek hitam itu dengan mata telanjang. Mereka hanya bisa melihat objek itu lewat kamera ponsel. Jika objek hitam itu adalah sebuah objek besar yang sedang terbang di udara, maka saya yakin mereka akan bisa melihatnya dengan mata telanjang.

Justru karena objek itu hanya terlihat lewat ponsel, maka kita bisa menyimpukan kalau objek itu adalah sesuatu yang berasal dari ponsel itu sendiri. Bukankah begitu?

Kemudian, Titik hitam pada kamera itu akan terbentuk di wilayah yang paling terang dari sebuah objek, dalam hal ini adalah di TENGAH matahari.

Ini juga menjelaskan mengapa objek hitam itu selalu terlihat berada di tengah matahari, bahkan ketika kamera bergeser-geser.


Jika objek tersebut adalah sebuah pesawat yang sedang terbang di udara, maka saya rasa posisinya tidak akan selalu persis berada di tengah matahari.

Fenomena ini bisa terjadi pada saat matahari bersinar dengan terik, yaitu pada siang hari. Ini juga konsisten dengan waktu pengambilan rekaman, yaitu siang hari sepulang sekolah, sekitar jam 12.00 siang dimana matahari berada posisi paling terik.

Pada posisi matahari terbenam dan tenggelam, anomali ini biasanya tidak terjadi karena intensitas cahaya yang dihasilkan tidak cukup kuat (kecuali untuk beberapa jenis kamera). Analoginya sama seperti kaca pembesar. Kita bisa membakar kertas dengan cahaya matahari menggunakan kaca pembesar hanya ketika siang hari ketika matahari bersinar sangat terik.

Fenomena ini pada umumnya telah dikenal dengan baik oleh mereka yang biasa menggunakan kamera. Saya pun menemukan informasi ini lewat forum-forum fotografi.

Ini contoh lainnya dari fenomena ini:


Nah, sekarang, kalian mungkin akan bertanya kepada saya: "Tetapi Brother enigma, anda melupakan sesuatu yang penting, yaitu bentuk objek tersebut yang terlihat seperti piring terbang, bagaimana brother menjelaskannya?"

Saya tidak melupakannya. Memang ini adalah karakteristik yang membuat banyak orang berspekulasi kalau objek tersebut adalah sebuah piring terbang.

Mengenai bentuknya yang unik, ini jawaban saya:

Menurut saya, objek itu terlihat berbentuk seperti piring terbang karena refleksi cahaya matahari, jadi sejenis tipuan mata.

Saya akan tunjukkan alasannya.

Lihat kembali rekaman di atas. Perhatikan bentuk objek itu pada detik ke-0 hingga detik ke-7, kalian bisa melihat kalau objek itu berubah-ubah bentuk dari piring terbang menjadi bulat ketika pemegang kamera menggeser posisinya sedikit.


Lihat, Di bawah ini adalah screenshot pada detik ke-6. "Cincin saturnus" pada objek tersebut terlihat menghilang begitu saja persis seperti refleksi cahaya.


Jika objek hitam tersebut adalah sebuah pesawat atau benda lain, maka saya rasa bentuknya tidak akan berubah drastis hanya karena sedikit menggeser posisi kamera. Jadi, bentuk piring terbang tersebut hanyalah sebuah faktor kebetulan yang diakibatkan oleh refleksi cahaya matahari yang masuk ke kamera.

Demikianlah teori dari saya.

Saya tidak menganggapnya sebagai kesimpulan yang pasti benar, karena itu, saya pun menunggu pendapat para ahli.

(askville.amazon.com, dvxuser.com, appliedcolorscience.com)


Komentar Pilihan



m.agn said...


M. Agn,

Sekedar perkenalan bung enigma. profesi saya dosen videografi.. penjelasan diatas secara teknis proses kerja kamera karena over exposure, saya setuju..


Kejanggalan lain yang bung enigma jelaskan mengenai penjelasan mereka untuk mengambil gambar sekitar sekolah sama sekali tidak sinkron dengan gambar yang diambil. Yang nyata jelas interest mereka ada pada titik pada matahari!!! tidak menyadari blackspot tapi terus merekamnya!!!! anehhhh...


Yang lebih aneh media tidak menganalisa terlebih dahulu sebelum memberitakan....

seperti masalah buaya raksasa... mereka justru seringkali melahirkan opini bukan fakta... gawat!!!

Mungkin suatu hari bung enigma bisa jadi guest di sebuah program acara tv untuk meluruskan kesalahan2 semacam ini..jadi artis dong!! mantap bung enigma..


June 6, 2010 12:31 AM




Afrianto Akhadi RJ said...


Yups setuju, blank spot!! that's it... CCD lama atau CCD murah utk HP selalu meninggalkan blank spot apabila terjadi OE (over exposure, cahaya berlebih yang mengenai sensor), karena mereka/CCD murah tersebut hanya mengandalkan jendela rana (blade) saja yang terkadang tidak bisa mengunci secara penuh apabila diterpa cahaya / OE, tanpa filter Infra Red pula, jadi pasti blank spot akan terjadi, apalagi sekarang banyak HP yang murah dengan sensor kamera murah apa adanya, great job Bung Enigma.... salam


June 6, 2010 3:35 PM


Kamis, 03 Juni 2010

The Black Dahlia Murder - Kisah pembunuhan Elizabeth Short

Dalam sejarah Los Angeles, ada satu pembunuhan yang menarik perhatian begitu luas. Bahkan setelah 60 tahun berlalu, kasus ini secara resmi dianggap sebagai tidak terpecahkan. Korbannya cuma satu orang, namun karakteristik pembunuhan ini begitu keji sehingga kasus ini mendapat tempat khusus di media. Kasus ini disebut pembunuhan Black Dahlia.


(Warning: Tulisan ini memiliki deskripsi yang kurang menyenangkan dan saya juga minta maaf kalau tulisan ini terlalu panjang)

Mayat terpotong di lahan kosong
15 Januari 1947, Betty Bersinger berjalan keluar dari rumahnya di Los Angeles sambil membawa anak perempuannya yang masih berusia 3 tahun menuju sebuah toko sepatu. Ketika sampai di Leimert Park di dekat sudut Norton 39th, Betty dan putrinya melewati beberapa bidang lahan kosong yang ditumbuhi semak-semak.

Tidak berapa lama kemudian, mata Betty terpaku pada sesuatu berwarna putih di dekat semak-semak. Benda itu terlihat seperti sebuah manekin dari departemen store yang telah terpotong dua. Dipenuhi rasa ingin tahu, Betty mendekati objek itu. Sesaat kemudian, ia terkesiap menyaksikan apa yang disangkanya manekin ternyata mayat seorang wanita berkulit putih yang telah terpotong dua.

Polisi segera dihubungi dan beberapa waktu kemudian, dua orang polisi bernama Frank Perkins dan Will Fitzgerald tiba di lokasi.

Kondisi Mayat
Mayat wanita itu terbaring telentang dengan lengan yang terangkat di atas bahunya. Kedua kakinya terbuka lebar dalam pose yang vulgar. Luka robek dan lecet memenuhi seluruh tubuhnya. Mulutnya disobek sehingga senyumnya melebar dari telinga satu ke telinga yang lain. Pada pergelangan tangan, pergelangan kaki dan lehernya, terlihat adanya bekas jeratan tali sehingga para penyelidik menyimpulkan kalau ia telah diikat dan disiksa selama beberapa hari.

Namun, apa yang paling mengerikan dari mayat ini adalah kenyataan kalau tubuhnya telah disembelih dengan rapi di atas pinggang sehingga terbelah dua.

Polisi menyimpulkan kalau ia telah dibunuh di suatu tempat dan mayatnya dibuang ke tempat itu pada malam hari. Ini terlihat dari tidak adanya darah pada tanah dan mayat itu. Sang pembunuh mungkin telah membersihkan mayat itu sebelum dibuang ke tanah kosong.

Kasus mutilasi mengerikan ini dengan segera menjadi prioritas utama kepolisian Los Angeles (LAPD) yang kemudian menugaskan detektif Harry Hansen dan partnernya Finis Brown untuk segera menyelidiki kasus itu.

Ketika kedua detektif itu tiba di lokasi, mereka menemukan tempat kejadian perkara telah dipenuhi oleh pejalan kaki dan reporter yang meliput. Hansen segera membubarkan massa untuk mengamankan barang bukti yang mungkin tercecer di tempat itu.

Tetapi, di lokasi itu, mereka tidak menemukan adanya senjata pembunuh ataupun jejak kaki.

Situasi Leimert Park ketika mayat ditemukan

Setelah selesai diperiksa di tempat, mayat wanita itu segera dibawa ke kamar mayat. Sidik jarinya dikirim ke kantor FBI di Washington untuk diidentifikasi. Sementara menunggu hasil pemeriksaan FBI, petugas otopsi memeriksa mayat itu dan mereka kembali menemukan beberapa detail mengerikan lainnya.

Pada mayat itu ditemukan banyak cabikan di wajah, kepala dan tubuhnya. Lalu, terlihat adanya tanda-tanda sodomi dan pemerkosaan walaupun tidak ditemukan adanya sperma di dalam tubuhnya.

Begitu mengerikannya kondisi mayat ini sehingga bahkan dokter dan detektif yang paling tabah sekalipun dibuat syok olehnya.

Tidak berapa lama kemudian, hasil pemeriksaan FBI terhadap sidik jari mayat itu tiba di kantor LAPD. Perempuan yang dibunuh itu ternyata bernama Elizabeth Short, 22 tahun, yang berasal dari Massachusetts.

Setelah identitas korban diketahui, para detektif segera mengerahkan upayanya untuk menggali informasi mengenai perempuan ini supaya dapat menemukan petunjuk yang mungkin bisa mengarah kepada sang pembunuh.

Namun, mereka tidak menyangka kalau apa yang akan ditemukan berikutnya ternyata malah menjadi teka-teki yang membingungkan.

Siapa Elizabeth Short
Elizabeth Short lahir tanggal 29 Juli 1924 di Hydepark, Massachusetts. Beth yang masih muda kemudian pindah ke Hollywod untuk mengejar karir di bidang perfilman.

Ia dikenal sebagai perempuan yang gampang bergaul dan memiliki banyak kenalan. Wajahnya yang cantik membuatnya sering menarik perhatian para pria, bahkan di Holywood sekalipun dimana kecantikan adalah hal yang biasa.

Di Hollywood, Beth mulai berkenalan dengan banyak orang dari kalangan sosialita kelas atas. Salah satu pria yang kemudian menjadi teman baiknya adalah Mark hansen, seorang pemilik klub malam dan teater.

Hansen lalu mengajak Beth pindah ke rumahnya bersama sejumlah artis lainnya. Kadang para artis ini menjadi penghibur bagi tamu-tamu yang datang ke klub Hansen. Dengan segera, Beth menjadi bagian yang tetap dalam kelompok Hansen. Kondisi ini cukup menguntungkan baginya karena karirnya di film tidak berkembang.

Pada masa itu, film "The Blue Dahlia" yang diperankan Veronica Lake dan Alan Ladd beredar di masyarakat. Beberapa teman Beth mulai memanggilnya dengan sebutan Black Dahlia karena rambut hitamnya kesukaannya mengenakan pakaian hitam.

Siapa yang membunuh Beth?
Setelah kasus pembunuhan Beth tersebar luas di media, ada sekitar 60 pria dan wanita maju ke publik dan mengaku sebagai pembunuh sebenarnya. Namun, pengakuan-pengakuan ini tidak disertai oleh bukti yang bisa diverifikasi oleh pihak kepolisian sehingga semua pengakuan ini dianggap hanya sebagai usaha mencari sensasi.

Pada masa itu, kasus pembunuhan Black Dahlia adalah kasus penyelidikan kriminal terbesar yang pernah dilakukan LAPD sejak kasus pembunuhan Marion Parker yang terjadi pada tahun 1927. Karena besarnya skala penyelidikan ini, LAPD mendapatkan bantuan ratusan petugas dari badan lainnya.

Beberapa hari setelah penemuan mayat mayat Beth, polisi mendapatkan sebuah paket misterius yang mungkin berasal dari sang pembunuh sendiri.

Paket itu tiba di kantor harian Los Angeles Examiner yang segera diteruskan ke polisi. Di dalamnya ditemukan sebuah catatan yang terbuat dari guntingan-guntingan koran yang bertuliskan "Ini adalah barang-barang kepunyaan Dahlia...surat akan menyusul".


Di dalam kotak itu juga ditemukan kartu jaminan sosial kepunyaan Beth, akte kelahiran, foto Beth dengan rekan-rekannya, kartu nama dan nota klaim untuk koper yang tertinggal di depot bus. Barang lain yang cukup menarik adalah buku alamat milik Mark hansen yang beberapa halamannya telah hilang.

Polisi mencoba untuk mencari sidik jari dari kotak dan barang-barang yang ada di dalamnya, namun ternyata semua barang tersebut telah dicuci dengan minyak tanah untuk membersihkannya dari sidik jari.

Para detektif lalu memulai tugas berat untuk menyelidiki semua nama yang ada di buku alamat Hansen. Surat menyusul yang dijanjikan sang pembunuh memang tiba, namun tanpa petunjuk yang berarti.

Karena kompleksnya kasus ini, para detektif memulai penyelidikan ini dengan menganggap setiap orang yang mengenal Beth sebagai tersangka pembunuhan. Ratusan orang masuk ke dalam daftar tersangka dan ribuan orang diwawancarai untuk mencari petunjuk yang bisa mengarah kepada pembunuh sadis itu.

Jika melihat kondisi mayat yang mengerikan, ada dua kemungkinan mengenai sang pembunuh.

Pertama, sang pembunuh adalah orang yang mengenal Beth dan mungkin telah membunuhnya karena dendam. Memang, pada kasus pembunuhan dimana mayat korban dirusak dengan kejam, pada umumnya, pelakunya memang orang yang mengenal korban.

Karena itu, orang-orang yang mengenal Beth seperti Mark Hansen diperiksa satu persatu. Namun, mereka tidak menemukan bukti yang bisa mengarah kepada pelaku pembunuhan.

Sedangkan kemungkinan kedua adalah pembunuh berantai. Teori pembunuh berantai memang teori yang paling populer dan dalam 60 tahun terakhir ini, beberapa peneliti independen telah mencoba melakukan penyelidikannya sendiri dan menghasilkan beberapa kesimpulan yang cukup kuat.

Selama 60 tahun terakhir ini, paling tidak ada 24 tersangka yang dianggap paling mungkin melakukan pembunuhan Black Dahlia, namun, saya hanya akan membahas beberapa nama yang paling populer.

Cleveland Torso Murder
Pada tahun 1930an, sebelum pembunuhan Beth, ada seorang pembunuh berantai yang meneror Cleveland. Pembunuh itu dikenal dengan julukan "Mad Butcher of Kingsbury Run". Julukan terhadap kasusnya adalah "Cleveland Torso Killer". Julukan ini didapatkan karena seluruh korban dimutilasi dengan sayatan yang rapi, persis seperti Beth.

Kasus pembunuhan ini ditangani langsung oleh Elliot Ness yang legendaris. Ness dikenal sebagai aparat yang berhasil menangkap dan memenjarakan mafia kelas kakap Al Capone.

Walaupun ditangani secara langsung oleh Ness, kasus pembunuhan Cleveland tetap tidak bisa dipecahkan. Jadi, wajar jika banyak orang percaya kalau pelaku pembunuhan dalam kedua kasus ini dilakukan oleh orang yang sama.

Mungkinkah pembunuh dari Cleveland itu pindah ke California dan membunuh Beth?

George Knowlton
Pada tahun 1995, seorang penulis bernama Janice Knowlton menerbitkan sebuah buku yang berjudul "Daddy was the Black Dahlia Killer".

Dalam bukunya, ia memiliki teori kalau ayahnya yang bernama George Knowlton adalah sang pembunuh Black Dahlia. Namun, para penyelidik menolak teorinya karena mereka menganggap Janice hanya mengeluarkan teorinya berdasarkan ingatan yang depresi, mengingat ayahnya suka menganiayanya secara seksual sejak kecil.

George Hodel
Selain Janice Knowlton, ada satu orang lagi yang juga menulis buku yang menuduh ayahnya sebagai Black Dahlia Killer. Ia adalah Steve Hodel, seorang detektif bagian pembunuhan di LAPD.

Buku yang ditulisnya berjudul "Black Dahlia Avenger" dan terbit tahun 2003. Di dalamnya ia menuduh sang ayah, Dr.George Hodel, yang juga seorang ahli bedah, sebagai pembunuh Black Dahlia.

"Apa yang saya mengejutkan saya adalah adanya kemungkinan kalau pembunuhnya adalah seorang dokter bedah." Kata Steve. "Bukan sekedar pemotong daging, bukan tukang jagal hewan, melainkan seorang ahli bedah yang terampil."

Dr. Mark Wallack, seorang ahli bedah di Rumah sakit St Vincent di New York, yang melihat foto kondisi mayat Beth sebelum dan sesudah otopsi, juga percaya dengan pendapat Steve.

"Ketrampilan seperti ini hanya bisa dimiliki oleh mereka yang memiliki pengalaman dalam pembedahan." Kata Wallack. Ia juga percaya kalau pembunuhnya adalah seorang dokter.

Selain itu, Steve juga menemukan kalau ayahnya ternyata pengidap kelainan seksual Sadistic misogynist yang telah melakukan hubungan incest dengan anaknya sendiri, Tamar, saudara tiri Steve.

Steve juga percaya kalau beberapa kasus pembunuhan yang tidak terpecahkan lainnya mungkin dilakukan oleh ayahnya, seperti "Red Lipstick Murder", yaitu pembunuhan terhadap Jeanne French yang mayatnya ditemukan satu bulan setelah Beth dengan huruf BD tertulis dengan lipstik merah di tubuhnya. Mayat French juga ditemukan di lahan kosong.

Namun, mungkin yang paling luar biasa adalah teori Steve kalau ayahnya juga adalah Zodiac Killer yang legendaris. Zodiac Killer adalah pembunuh berantai yang beroperasi di California pada tahun 1960an. Jumlah korbannya yang bisa diverifikasi adalah 7 orang, walaupun Zodiac sendiri mengaku telah membunuh 37 orang. Kasus Zodiac juga termasuk ke dalam kategori Tidak Terpecahkan.

Teori Steve ini cukup luar biasa, tetapi sepertinya ia punya dasar yang cukup kuat. Foto George Hodel ternyata sangat mirip dengan sketsa wajah Zodiac Killer yang dirilis oleh pihak kepolisian pada tahun 1960an.

Teori Hodel belum mendapat pengakuan dari LAPD dan bahkan dianggap mengada-ngada oleh banyak pihak. Walaupun begitu, teorinya cukup mendapat banyak apresiasi dari berbagai pihak, seperti deputi jaksa wilayah, Steve Kay, dan penulis buku mengenai Black Dahlia bernama James Ellroy.

Jika pembunuh Black Dahlia, Red Lipstick Murder dan Zodiac Killer ternyata orang yang sama, maka bukan tidak mungkin kalau pengakuan Zodiac mengenai jumlah korbannya benar adanya.

Arnold Smith
Pada tahun 1981, puluhan tahun setelah pembunuhan itu terjadi, ada satu petunjuk penting mengenai kasus ini muncul ke permukaan. Waktu itu, seorang detektif LAPD bernama John St.John menerima informasi mengenai kasus Black Dahlia dari seorang informan.

St.John dikenal sebagai detektif hebat yang telah menangani banyak kasus pembunuhan. Bahkan kisah hidupnya telah menjadi inspirasi bagi buku dan film seri di televisi.

Suatu hari, seorang informan datang kepadanya dan memberikan sebuah rekaman pengakuan dari seseorang yang bisa jadi sang pembunuh Black Dahlia sendiri. Pria di dalam rekaman itu juga menunjukkan kepada sang informan beberapa foto dan barang-barang pribadi yang diklaimnya sebagai milik Beth.

Pria itu bernama Arnold Smith. Dalam rekaman itu, Smith mengklaim kalau rekannya yang bernama Al Morrison yang juga seorang pelaku kejahatan seksual telah membunuh dan memutilasi Beth.

Arnold Smith

St.John percaya kalau Arnold Smith dan Al Morrison adalah pria yang sama.

Selain pengakuan, rekaman itu juga menceritakan detail bagaimana Beth dibunuh. Smith bercerita kalau Beth datang ke kamar Al Morrison di Hollywood karena ia tidak punya tempat untuk menginap. Morrison lalu membawa Beth ke sebuah rumah di East 31st dekat San pedro dan mengajaknya berhubungan seks yang kemudian ditolak oleh Beth.

Morrison menjadi marah dan menganiaya Beth yang kemudian berujung pada pembunuhan dan mutilasi terhadap Beth.

Informasi ini bocor ke pers. Media dihebohkan dengan kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus Black Dahlia. Akibatnya, Arnold Smith malah menghilang dan tidak bisa dihubungi, mungkin karena ketakutan. Informan St.John tidak mengetahui dimana ia tinggal, namun ia meninggalkan beberapa pesan untuk Smith supaya bisa bertemu. Akhirnya pesan itu dibalas dan Smith bersedia bertemu.

Namun, pertemuan yang mungkin bisa menjadi kunci pemecahan kasus itu tidak pernah terjadi.

Beberapa hari sebelum pertemuan itu, Smith ditemukan tewas dengan kondisi mengerikan di atas tempat tidurnya di Holland Hotel. Smith diduga merokok ketika ia tertidur sehingga tubuhnya terbakar habis bersama tempat tidurnya dan dokumen-dokumen lainnya yang diduga milik Beth.

Kematian Smith memang agak mencurigakan, namun polisi tidak menemukan bukti adanya kejahatan di dalam peristiwa itu. Misteri di dalam misteri.

Dengan kematian Smith, salah satu kunci yang mungkin bisa memecahkan misteri Black Dahlia lenyap untuk selama-lamanya.

Mungkinkah Arnold Smith pembunuh Black Dahlia yang sesungguhnya?

Sayang kita tidak bisa mengetahuinya.

Walaupun banyak petunjuk dan teori baru bermunculan, setelah lebih dari 60 tahun, pihak LAPD masih mengkategorikan kasus ini sebagai "Unsolved - tidak terpecahkan". Namun, kasus ini masih menarik perhatian para peneliti independen. Mungkin dalam tahun-tahun berikutnya, kita akan mendengar teori-teori baru lainnya.

(wikipedia, bethshort.com, cbsnews.com, latimes.com)

Senin, 31 Mei 2010

Misteri Chase Vault - peti mati berpindah Barbados

Di Barbados, ada sebuah makam yang bernama Chase Vault. Makam ini tidak seperti makam biasa yang kita kenal. Bangunannya besar dan bisa memuat banyak peti mati di dalamnya. Namun, misterinya bukan disitu. Ada peristiwa aneh yang terjadi pada makam ini. Sepertinya, peti-peti mati yang ditaruh di dalamnya bisa berpindah dengan sendirinya.


Misteri ini dikenal dengan nama peti mati berpindah Barbados dan sudah menjadi subyek tulisan beberapa peneliti.

Kisahnya dimulai pada tahun 1724.

Pada tahun itu, seorang pria bernama James Elliot membangun sebuah makam bawah tanah yang besar. Pintu makam itu terbuat dari sebuah marmer besar yang berat dan dirancang dengan cara yang khusus. Saking beratnya batu itu, dibutuhkan sekitar 6-7 orang untuk menggesernya.

Chase Vault

Ketika makam itu ditutup, celah pada marmer besar itu akan disemen sehingga tidak gampang untuk dibuka. Jika suatu hari pintu makam itu hendak dibuka kembali untuk menguburkan seseorang, maka semen tersebut harus dikikis kembali. Setelah proses pemakaman selesai, marmer itu digeser dan harus disemen kembali.

Demikianlah makam itu dirancang sedemikian rupa.

Bagian Dalam Chase Vault

Walaupun telah bersusah payah membangunnya, Elliot tidak pernah dimakamkan di tempat itu. Tempat itu dibiarkan kosong hingga tanggal 31 Juli 1807 ketika Mrs.Thomasina Goddard dimakamkan di tempat itu. Jenazah Mrs.Goddard diletakkan di dalam sebuah peti mati kayu.

Pada tahun 1808, makam itu dibeli oleh keluarga Chase, salah satu keluarga yang kaya raya dan disegani di Barbados. Karena perubahan kepemilikan itu, makam itu itu kemudian diberi nama Chase Vault yang artinya Makam keluarga Chase.

Thomas Chase, pemimpin keluarga Chase, adalah salah seorang yang paling dibenci di Barbados. Menurut salah satu catatan di people's almanac:

"Kepala keluarga itu adalah seseorang yang memiliki tabiat yang jahat, ia begitu kejam terhadap budak-budaknya sehingga mereka sering mengancam akan membunuhnya."

Pada tanggal 22 Februari 1808, anak bungsu Thomas yang bernama Mary Ann Chase yang baru berusia 2 tahun meninggal dunia dan jenazahnya dibawa ke Chase Vault untuk dimakamkan.

Pintu makam itu dibuka, Peti mati Mary Ann yang terbuat dari timah yang berat kemudian dibawa masuk ke dalamnya dan ditaruh disamping peti mati Mrs.Goddard.

Pintu Chase Vault pun ditutup kembali dengan marmer besar itu dan disemen.

Setelah kematian Mary Ann, perlahan-lahan, Chase Vault mulai diisi oleh jenazah anggota keluarga Chase lainnya.

Pada tanggal 6 Juli 1812, hanya 5 tahun setelah kematian Mary Ann, Anak Thomas lainnya yang bernama Dorcas Chase, juga meninggal. Beberapa orang mengatakan kalau Dorcas telah bunuh diri dengan cara mogok makan karena depresi dengan ayahnya.

Mayat Dorcas dibawa ke Chase Vault dan peti matinya yang juga terbuat dari timah yang berat diletakkan di tempat itu bersama peti mati Mrs.Goddard dan Mary Ann.

Hanya beberapa minggu setelah penguburan Dorcas, Mr.Thomas Chase, sang kepala keluarga, meninggal dunia karena bunuh diri. Mayatnya ditaruh ke dalam peti timah seberat 108 kilogram dan dibawa ke Chase Vault.

Inilah awal dari misteri yang membingungkan.

Ketika pintu makam itu dibuka, para pengurus pemakaman kaget karena menemukan peti-peti mati yang sudah ada di dalamnya berada pada posisi yang tidak semestinya. Peti mati Mary Ann Chase telah bergeser ke sudut lainnya.

Anggota keluarga Chase yang melihat itu menjadi sangat marah dan mengira ada penjarah makam yang telah mengacaukan peti-peti mati itu. Namun, mereka tidak menemukan benda apapun yang hilang dari makam itu.

Peti mati Mary Ann kemudian dikembalikan ke posisi semula dan pintu Chase Vault kembali ditutup.

Tetapi, misteri itu tidak berakhir disini.

Pada tanggal 25 September 1816, empat tahun setelah pemakaman Thomas Chase, makam itu kembali dibuka. Kali ini untuk menampung jenazah Charles Brewster Ames yang berusia 11 tahun.

Sekali lagi, mereka menemukan semua peti mati telah berpindah tempat, termasuk peti mati Thomas Chase yang sangat berat. Satu-satunya peti mati yang tidak berubah posisi hanyalah peti mati kayu milik Mrs.Goddard.

Petugas pemakaman kemudian memerintahkan agar peti-peti mati itu dikembalikan ke posisinya yang semula. Saking beratnya peti mati Thomas Chase, dibutuhkan delapan pria untuk memperbaiki posisinya.

Pintu masuk Chase Vault kembali ditutup rapat.

52 hari kemudian, tepatnya tanggal 17 November 1816, pintu Chase Vault kembali dibuka. Kali ini untuk menerima jenazah Samuel Brewster Ames.

Sekali lagi, para pengurus pemakaman menemukan peti-peti mati di dalamnya telah berubah posisi. Dan sama seperti sebelumnya, peti mati kayu Mrs.Goddard adalah satu-satunya peti mati yang tidak berpindah tempat.

Jadi, untuk ketiga kalinya mereka mengembalikan semua peti mati itu kembali ke posisinya yang semula.

Tiga tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 17 Juli 1819, makam itu kembali dibuka untuk menerima jenazah Thomasina Clark. Berbeda dengan peti mati sebelumnya, jenazah Clark ditaruh di dalam peti mati kayu.

Ketika pintu makam dibuka, mereka kembali menemukan peti-peti mati di dalamnya berada dalam posisi yang berantakan.

Empat kejadian misterius ini kemudian menarik perhatian gubernur Barbados, Lord Combermere, yang disebut-sebut turut menghadiri pemakaman Clark.

Sang Gubernur kemudian memerintahkan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap makam itu. Namun tidak ditemukan satupun tanda-tanda perusakan ataupun jalan rahasia menuju makam itu.

Jadi, peti-peti mati itu kembali disusun seperti semula.

Peti mati Mr.Goddard yang terbuat dari kayu telah mengalami lapuk yang luar biasa sehingga orang-orang mengikat peti itu dengan tali untuk mencegahnya lepas berantakan dan kemudian menaruhnya di sudut bersentuhan dengan dinding.

Setelah itu, pasir ditaburi ke lantai makam untuk mendeteksi adanya jejak kaki.

Lalu, pintu Chase Vault kembali ditutup. kali ini bukan hanya ditutup, Lord Combermere bahkan menyegel pintu makam itu dengan segel gubernur.

Tanggal 18 April 1820, delapan bulan setelah penguburan Thomasina Clark, Chase Vault kembali dibuka, bukan untuk menerima jenazah baru, melainkan untuk memenuhi permintaan Lord Combermere yang ingin tahu kondisi di dalam makam.

Ketika pintu makam dibuka, Sekali lagi, semua peti mati di dalamnya telah berpindah posisi. Dan sama seperti sebelum-sebelumnya, peti mati kayu Mrs.Goddard adalah satu-satunya yang tidak berpindah.

Posisi sebelum

Posisi setelah diperiksa

Tidak terlihat adanya jejak kaki di pasir di lantai makam.

Bagaimana peti-peti mati itu bisa berpindah?

Mereka yang memeriksanya tidak menemukan tanda-tanda kalau ini adalah ulah tangan manusia. mereka juga tidak menemukan adanya sisa-sisa genangan air atau banjir yang mungkin bisa menggeser peti-peti mati itu. Beberapa orang mengajukan kemungkinan gempa bumi, tetapi dalam rentang waktu itu, tidak terjadi gempa bumi di Barbados.

Karena penyelidikan yang dilakukan tidak membawa hasil apapun, keluarga Chase memutuskan untuk tidak menggunakan makam itu lagi. Chase Vault kemudian diabaikan begitu saja dan peti-peti mati yang ada di dalamnya dipindahkan dan dikuburkan di tempat lain.

Makam itu masih ada hingga sekarang dan dibiarkan kosong.

Kisah mengenai peti mati berpindah Barbados ini pertama kali dipublikasikan oleh Sir JE Alexander dalam bukunya yang berjudul "Transatlantic Sketches" yang terbit tahun 1833. Setelah itu, masih ada beberapa tulisan lagi yang menceritakan kisah mengenai misteri ini.

Pada Desember 1907, Andrew Lang, seorang peneliti kisah-kisah rakyat dari Inggris mencoba untuk meneliti kebenaran kisah ini. Ia menyusuri sejumlah dokumen yang berasal dari Barbados, termasuk catatan pemakaman dan surat kabar setempat.

Lang tidak bisa menemukan adanya berita mengenai fenomena ini di surat kabar ataupun catatan pemakaman pada waktu peristiwa ini disebut terjadi. Namun, ia menemukan ada satu catatan yang tidak dipublikasikan yang berasal dari Nathan Lucas yang mengaku menjadi saksi saat Chase Vault dibuka untuk terakhir kalinya pada tahun 1820.

Lang, tidak bisa memberikan kesimpulan pasti.

Usaha penelitian yang berikutnya datang dari penulis modern bernama Joe Nickell lewat bukunya "Barbados restless coffins laid to rest" yang terbit tahun 1982.

Nickell percaya kalau peristiwa peti mati berpindah itu sama sekali tidak pernah terjadi. Menurutnya, kisah ini hanyalah sebuah Masonic Hoax.

Maksudnya adalah, kisah ini hanya sebuah alegori yang berisi kisah mengenai ruang rahasia yang menurut teks Masonic merupakan misteri purba, simbol kematian dimana kebenaran Ilahi bisa ditemukan.

Nickell menghubungkan kisah peti mati berpindah dengan misteri harta karun pulau Oak yang juga dipercaya sebagai Masonic Hoax lainnya.

Sama seperti Alegori Masonic lainnya, kisah ini dipercaya hanya dibuat oleh para Mason sebagai sebuah kisah simbolis yang tidak pernah terjadi di dunia nyata dan hanya ditujukan sebagai pengajaran bagi para anggota Freemason lainnya.

Nickell juga mengutip bukti yang berasal dari perkataan Lucas:

"Aku sudah memeriksa seluruh dindingnya, lengkungannya dan setiap bagian dari Chase Vault dan menemukan kalau setiap bagian telah berusia tua dan mirip; dan seorang Tukang batu (Mason) di dekatku memukul setiap bagian bawah makam itu dengan palunya, dan ternyata semuanya padat."

Salah satu kutipan mengenai suara palu ini bisa ditemukan di Macoy's Illustrated History and Encyclopedia of Freemasonry dimana dikatakan kalau para Mason menghormati dentuman suara palu sang Master yang melambangkan otoritas.

Masih menurut Nickell, Penggunaan kata "Mason" untuk menyebut tukang batu oleh Lucas cukup menarik. Nickell menduga kalau Lucas sendiri adalah seorang Mason yang berpartisipasi dalam pembuatan alegori itu.

Nickell juga percaya kalau para Mason ternama lainnya ikut berpartisipasi dalam kisah alegori ini dan membantu menutup-nutupinya, seperti Sir Arthur Conan Doyle yang pernah membahas soal Chase Vault pada artikel tahun 1919 di surat kabar "The Strand". Dalam artikel itu, Doyle menggunakan kata "Effluvia" yang berarti kuburan.

Kata itu, umumnya hanya dimengerti oleh para Mason.

Teori Nickell dianggap sebagai penjelasan yang paling masuk akal mengenai misteri ini.

Namun, luar biasanya, walaupun kisah ini dianggap sebagai hoax, misteri serupa disebut pernah terjadi di makam di Stanton, Suffolk, dan di pemakaman Lutherian di pulau kecil Oesel di laut Baltik. Kedua misteri tersebut sama-sama terjadi pada abad ke-19 dan sama-sama belum terpecahkan.

(wikipedia, carribbeantravelforums.com)

Minggu, 23 Mei 2010

Cahaya Spiral misterius terlihat di langit Kanada

Ingatkah kalian dengan fenomena spiral misterius yang muncul di langit Norwegia? Kali ini spiral misterius yang mirip terjadi di Kanada bagian barat.


Foto-foto dan rekaman peristiwa unik ini diterima oleh TheWeatherSpace.com dan sebagian orang mulai menghubungkannya dengan UFO.

Dalam rekaman terlihat adanya sebuah objek yang menukik turun dari langit dan kemudian berubah menjadi cahaya berbentuk spiral. Peristiwa ini terjadi pada hari Jumat tanggal 21 Mei 2010.


Jika spiral Norwegia disebabkan oleh misil yang gagal meluncur, apakah penyebab spiral misterius ini?

Satu-satunya area yang diketahui bisa meluncurkan misil di pantai Barat hanyalah pangkalan angkatan udara Vandenberg. Namun, pangkalan itu telah mengkonfirmasi kalau mereka tidak meluncurkan satu misil pun.



Rekaman yang menunjukkan objek ini diambil oleh seorang pria bernama Steven Murray. Ia berkata:

"Saya memiliki 4 kamera untuk merekam meteor dan tanpa disangka, kamera ketiga menangkap objek itu."

"Saya melihat objek itu dari kantor saya ketika hendak pergi bekerja. Objek itu terlihat di monitor. Ketika saya bergegas keluar untuk melihatnya, objek itu sudah lenyap. Namun, beberapa detik kemudian, sebuah suara ledakan besar terdengar di udara."

Notes:
Sebenarnya, ketika melihat rekaman video di atas, saya merasa seperti sedang melihat sebuah efek visual dari sebuah film sains fiksi sehingga saya sedikit meragukan keasliannya. Namun, karena berita ini baru saja keluar, saya belum bisa menerima konfirmasinya.

Jadi, tunggu update saya.

Bagi kalian yang tidak bisa menyaksikan rekaman itu, klik link youtubenya di bawah ini:

Untuk rekaman pertama, klik disini. Untuk rekaman kedua, klik disini.

Baca juga: Cahaya spiral raksasa misterius terlihat di langit Norwegia.

(theweatherspace.com)


UPDATE 25 Mei 2010

Hanya dua hari setelah theweatherspace.com memuat foto dan rekaman mengenai penampakan cahaya spiral aneh di langit Kanada, seorang pria telah maju ke publik dan mengaku sebagai orang yang telah merekayasa foto dan rekaman tersebut.

Foto dan rekaman tersebut ternyata bukan dibuat oleh sebuah tim, melainkan hanya oleh satu orang. Pria itu bernama Kevin Martin, seorang penduduk California Selatan yang berprofesi sebagai reporter cuaca di sebuah stasiun TV.

Namun, yang menarik adalah bukan bagaimana ia membuat rekaman dan foto tersebut, melainkan apa motivasinya membuat hoax itu.

Ternyata Ia hanya ingin menguji teorinya.

"Siapakah yang lebih mudah tertipu, orang Eropa atau Amerika?"

"Sebagian besar penganut teori konspirasi yang terus bertambah adalah orang Amerika, sementara orang Eropa sepertinya lebih condong melihat kepada fakta. Saya memutuskan untuk mengujinya dengan sebuah rekaman CGI yang belum selesai dan foto yang diphotoshop. Lalu, saya mengirimnya ke Betty Morgan di bagian space news di theweatherspace.com."

Martin mengatakan kalau teorinya ternyata akurat. Orang Eropa lebih pandai menghadapi kenyataan dibanding orang Amerika.

(Untuk yang satu ini, saya tidak mengerti maksudnya)

"Theweatherspace.com tertipu. Dan untuk itu saya meminta maaf. Untuk membuktikan saya yang telah membuat hoax itu, saya telah membuat sebuah rekaman pesawat alien yang sedang lewat dan satu pesawat lain yang naik dari bumi dan mengejarnya. Pesawat itu lalu menjatuhkan sebuah bom atom besar yang kemudian meledak di bumi. Yeah, bahkan saya membuat pohon-pohon bergerak dari sebuah foto."



Kevin Martin mengaku kalau ia juga termasuk salah seorang yang bertanggung jawab dalam menyebarkan 9/11 hoax.

(Saya juga tidak mengerti maksud yang satu ini)

Kevin Martin mungkin bahagia karena ia telah berhasil menguji teorinya. Namun, tidak demikian dengan Betty Morgan dari theweatherspace.com.

Betty yang mempublikasikan foto dan rekaman hoax tersebut telah menerima surat pemberhentian dari atasannya.

"Kami tidak bisa mentolerir jika sebuah kisah dimuat di situs ini tanpa mendiskusikan materinya dengan para manajer." Kata Kevin Adams, pemilik theweatherspace.com.

"Dalam satu minggu ke depan, kami akan segera mengganti posisi Betty Morgan dengan orang yang lebih tepat."

Hmm..Integritas. Mungkinkah media Indonesia menirunya?

(theweatherspace.com)
(theweatherspace.com)

Jumat, 21 Mei 2010

Bangkai makhluk aneh mirip monster Montauk terdampar di Kanada

Pada minggu pertama Mei 2010, Para penduduk lokal di kota kecil Kanada dihebohkan dengan satu bangkai makhluk aneh yang ditarik oleh seekor anjing dari danau setempat. Makhluk ini memiliki kemiripan dengan bangkai legendaris yang sering disebut sebagai monster Montauk.

Makhluk itu memiliki bulu lebat dan panjang. Namun bagian kepala, kaki dan wajahnya tidak memiliki bulu dan terlihat seperti habis dicukur. Di internet, beredar spekulasi kalau makhluk ini mungkin adalah montauk monster versi terbaru yang telah berevolusi.

Makhluk itu ditemukan oleh dua orang perawat di kota Kitchenuhmaykoosib di Ontario, Kanada, ketika mereka sedang mengajak anjing mereka untuk jalan-jalan.


Ketika anjing mereka mulai mengendus-ngendus di danau, kedua wanita itu mulai menyelidiki dan menemukan kalau anjing itu telah menarik bangkai makhluk misterius itu.

Setelah mengambil beberapa foto, para perawat itu meninggalkan bangkai itu begitu saja. Ketika para penduduk mencoba mencarinya kembali, bangkai itu telah lenyap.


Foto-foto yang diambil oleh mereka sekarang telah diposting di website-website lokal dengan penjelasan berbunyi:

"Makhluk ini ditemukan oleh Sam si anjing, anjing lokal."

"Makhluk ini memiliki ekor seperti tikus yang panjangnya sekitar 30 cm."

Ada banyak spekulasi yang beredar mengenai identitas makhluk ini yang sebenarnya.

Tubuh makhluk itu terlihat seperti seekor berang-berang, sementara mulutnya memiliki taring panjang yang mirip dengan babi hutan.

Bahkan kepala polisi lokal, Donny Morris, menjadi bingung dibuatnya. Ia berkata: "Saya tidak tahu makhluk apakah itu. Saya juga ingin tahu sama seperti orang lainnya."

Para blogger di internet kebanyakan berspekulasi kalau makhluk itu adalah sejenis berang-berang atau raccoon. Wajahnya yang bersih dari bulu mungkin dikarenakan terlalu lama di dalam air. Teori ini cukup masuk akal karena Sam si anjing menemukan makhluk itu dengan kondisi kepalanya di dalam air dan menghadap ke bawah.

Ketika melihat makhluk ini, orang-orang segera teringat dengan Monster Montauk yang ditemukan di New York tahun 2008 karena kemiripan yang dimiliki oleh keduanya.


Monster Montauk yang terkenal itu dianggap oleh sebagian besar peneliti sebagai Raccoon. Mungkinkah bangkai ini juga bangkai Raccoon?

Coba bandingkan. Ini Raccoon.


Dan ini tengkorak Raccoon.


Lalu, di bawah ini foto Berang-berang:


Sebagai perbandingan, ini tengkorak berang-berang:


Miripkah?

Ataukah ini semua bagian dari sebuah hoax?

Baca juga: Monster Montauk kedua ditemukan di Long Beach.

(Dailymail.co.uk)

Rabu, 19 Mei 2010

Dua crop circle muncul di Yarnbury Castle - 16 Mei 2010

Ini dua crop circle yang baru muncul di Yarnbury Castle, Wiltshire, dan dilaporkan pada tanggal 16 Mei 2010. Crop circle ini muncul di ladang Canola. Namun, tidak seperti crop circle yang lain, crop circle ini dicurigai sebagai hoax.


Sebenarnya, berita crop circle ini sedikit terlambat. Namun, baru saya posting hari ini karena menunggu foto yang lebih bagus.


Ketika melihat dua crop circle ini, kita segera teringat dengan bentuk lubang kunci. Mungkin kita akan segera menghubungkannya dengan suatu tanda. Tapi, tunggu dulu, Menurut seorang peneliti crop circle bernama Andrew Pyrka, crop circle ini terlihat seperti ulah tangan manusia. Batang-batang canola yang diobservasi patah dan kelopak bunga berjatuhan dari batangnya. Berbeda dengan Crop circle yang asli dimana batang-batangnya hanya bengkok dan tidak patah.

Memang, crop circle pertama terlihat tidak seimbang. Tapi, saya cukup kagum karena mereka bisa membuatnya tanpa merusak canola di sekitarnya.

Apakah crop circle ini hoax? Ya, percaya saja sama Pyrka. Bukankah mereka ahlinya.

Tapi, paling tidak, kalaupun ini hoax, saya rasa mereka telah mengerjakan pekerjaan yang lumayan menghibur.


(Cropcircleconnector.com)



Komentar Pilihan


Mbah Ware said...


Wakakakaka.....saya juga posting berita yang sama...cuma saya mau menggarisbawahi bahwa Pyrka juga mengatakan (saya terjemahkan secara kasar...)


1." jujur saja,saya bingung bagaimana manusia bisa membuat formasi dengan presisi dan akurasi pada tanaman setinggi 6.4 kaki( 193.04cm )".


2."Setelah cc baru ditemukan, biasanya para hoaxer dan debunker masuk kedalam pola crop circle dan menambahkan beberapa tanda palsu , seperti mematahkan tanaman,menginjak-injak tanaman,coretan spidol agar barang siapa yang kemudian melihat cc ini mengira bahwa ini adalah rekayasa para hoaxer sehingga menimbulkan keragu-raguan"


Memang saya membaca analisa Pyrka sebelum memposting cc di Yarnbury ini, bahkan saya mendownload semua gambar untuk memastikan bahwa cc ini termasuk hoax atau asli...
Yang saya dapatkan memang ada gambar pagar kawat terpotong,jejak2 kaki dari jalan raya,bahkan nampak pula celana Pyrka yang penuh kelopak canola..tapi ada yang menarik saya pada beberapa gambar selanjutnya yaitu beberapa gambar yang merupakan petunjuk bagi saya bahwa itu adalah cc asli...

1. pada gambar garis cc anda akan melihat tanah yang ada di pinggir batang canola tidak menunjukkan rontokan kelopak canola dan pada salah satu gambar menunjukkan pola batang canola yang melingkar ( seperti yang biasa kita lihat pada crop circle yang asli)


2. Pola aneh seperti ini mengingatkan saya pada pola aneh *Droz Farny,octahedron, atau fractal pattern ( seperti yang pernah saya riset dulu bukan...?)


*http://mbahware.blogspot.com/2009/10/crop-circle-dan-matematika-bagian-3.html


3.kesimpulan saya, crop circle ini awalnya asli...!! tetapi kemudian ada yang masuk ke crop circle ini untuk meninggalkan jejak seakan crop circle ini adalah buatan manusia..(padahal untuk membuat cc sederhana sekalipun seperti yang dilakukan *Remko Delfgaauw dari Belanda itu memerlukan planning yang lama dan lebih dari 10 orang dalam pembuatannya)


*http://mbahware.blogspot.com/2009/11/crop-circle-buatan-manusia-bagian-1.html


karena di mana ada believers selalunya ada juga unbelievers....

agar orang tidak percaya keberadaan cc ini..

(sorry chris...kali ini komen gue borong...wakakakakaka)


(May 19, 2010 10:14 PM)


Jumat, 14 Mei 2010

Lima makhluk bumi yang mungkin bisa hidup di luar angkasa

Selalu ada pertanyaan di dalam benak kita semua: "Apakah ada makhluk hidup yang bisa tinggal dan bertahan di planet lain?" Jika kita berbicara soal manusia, mungkin tidak. Tetapi, mungkin lima makhluk bumi di bawah ini bisa.


Untuk bertahan hidup, manusia selalu membutuhkan unsur-unsur pendukung kehidupan seperti oksigen. Namun beberapa makhluk hidup yang ada di bumi ini ternyata memiliki karakteristik yang cukup unik dan karakteristik ini memungkinkan mereka untuk hidup pada kondisi ekstrim di luar angkasa.

Sekarang, mari kita lihat lima makhluk super berikut ini:

Cacing yang hidup di es Metana


Saya tahu, melihat foto di atas, kalian mungkin akan teringat dengan salah satu makhluk dalam film alien. Namun, makhluk yang terlihat cukup mengerikan di atas sebenarnya adalah makhluk bumi. Ya, ia diam di antara kita.

Makhluk itu sesungguhnya adalah seekor cacing yang hidup di lempengan es Metana yang terdorong ke permukaan dari dasar laut di dekat pantai Mexico.

Es Metana adalah sebuah gas hidrat yang terbentuk secara alami pada tekanan tinggi dan temperatur rendah di dasar laut yang dalam.

Menurut para ahli dari Pennsylvania State University, penemuan cacing ini telah membangkitkan berbagai spekulasi mengenai kehidupan di luar angkasa.

Erin McMullin, salah satu peneliti yang turut menemukan cacing tersebut berkata:
"Sangat menyenangkan ketika kita sibuk berspekulasi mengenai kehidupan di planet lain, kita malah terus menemukan bentuk kehidupan baru yang sepertinya bukan berasal dari bumi."
Lalu, jika kita memberikan sebuah tempat baru baginya di angkasa luar, dimanakah tempat yang cocok baginya?

Jawabannya adalah di Titan, salah satu bulan Saturnus.

Di Titan, terdapat lautan Methana yang berlapis-lapis. Jika kita menaruh cacing ini di Titan, ada kemungkinan ia dapat bertahan hidup dengan mendiami lapisan es tersebut.

Makhluk yang bisa hidup di ruang hampa



Setelah melihat foto di atas, saya yakin, kebanyakan dari kalian akan segera teringat dengan beruang. Tidak salah juga. Tapi, makhluk lucu ini bukan seekor beruang. Ia bernama Tardigrade. Karena kemiripannya dengan beruang, ia juga sering disebut dengan nama Beruang air.

Berbeda dengan beruang darat yang bertubuh besar, makhluk ini hanya memiliki panjang sekitar setengah milimeter. Ini membuatnya tidak terlihat oleh mata telanjang.

Tetapi, jangan menilainya hanya dari ukurannya. Makhluk mikro ini termasuk salah satu makhluk hidup yang paling tangguh di Bumi.


Ia memiliki satu kekuatan super.

Ia bisa masuk ke dalam kondisi diam sempurna yang disebut TUN. Dalam kondisi ini, makhluk ini bisa bertahan terhadap fluktuasi temperatur, bahkan yang paling ekstrim sekalipun.

Pada tahun 2008, beberapa ekor Tardigrade ikut dikirim ke luar angkasa dan terbukti kalau mereka bahkan bisa bertahan di dalam ruang hampa udara.

Jadi, jika kita melepasnya ke ruang angkasa, ada kemungkinan kalau makhluk ini bisa mengarunginya hingga menemukan tempat berdiam yang cocok baginya.

Cacing raksasa pemakan belerang
Makhluk ini hidup di tepi gunung api super panas jauh di dasar lautan. Dan ia memakan belerang yang dibawa oleh bakteri lokal.


Cacing raksasa ini bisa bertumbuh hingga sepanjang 2,1 meter dan bisa hidup 5 mil di bawah permukaan laut dalam kondisi tekanan yang ekstrim. Tubuh mereka didominasi warna merah. Ini karena banyaknya nadi yang berisi darah di dalamnya.

Yang menarik dari cacing ini adalah kemampuannya bertahan terhadap panas yang ekstrim dan masih tetap bisa menerima kebutuhan hidup yang cukup.

Dimanakah tempat yang cocok baginya di luar angkasa?

Makhluk ini mungkin bisa hidup di Venus dimana terdapat sumber belerang yang luar biasa banyak.

Mikroba Antartika pemakan besi
Darah mengalir deras di Antartika. Apakah ada pembantaian hewan besar-besaran sedang berlangsung?


Tidak! Unsur berwarna merah itu ternyata mikroba yang berdiam di dalam kumpulan air yang terjebak di bawah lapisan es.

Menurut majalah Nature:
"Cairan ini telah terjebak di dalam glasier selama paling tidak 1,5 juta tahun lamanya. Di dalamnya, paling tidak terdapat 30 jenis bakteri yang masing-masingnya memiliki pergerakan kimia yang unik."
Menurut salah satu peneliti bernama Mikucki, mikroba ini menggunakan sulfat sebagai katalis dalam sebuah rantai reaksi yang kompleks dimana penerima elektron akhirnya adalah besi.
"Ini adalah contoh bagaimana sebuah ekosistem berhasil bertahan walaupun tertutupi oleh kegelapan dan es yang tebal."

"Life Finds a Way."
Dengan karakteristik ini, maka mikroba ini mungkin dapat hidup di Europa, salah satu bulan Jupiter yang memiliki lautan yang kaya akan zat besi di bawah lapisan esnya yang tebal.

Bakteri yang mampu bertahan dari radiasi

D. Radiodurans adalah nama bakteri ini. Ia mampu bertahan dalam dosis radiasi yang seribu kali lebih kuat dibanding dosis yang dapat diterima manusia.


Kemampuan ini didapatkannya karena sistem pemulihan DNAnya yang unik.

Manusia yang menerima radiasi umumnya meninggal karena partikel radioaktif tersebut menghancurkan DNAnya. Akibatnya sistem regulasi di tubuh pun terhenti.

Namun bakteri ini secara menakjubkan mampu menyusun kembali DNA nya yang telah hancur.

Salah satu masalah yang dihadapi ketika manusia mencoba untuk hidup di bulan atau Mars adalah adanya radiasi yang cukup mematikan. Jika bakteri ini dilepas di angkasa, maka radiasi yang ada di sana tidak akan mampu mempengaruhi tubuhnya.

Jadi, jika suatu hari kita menjelajahi angkasa luar dan planet-planetnya, jangan heran kalau suatu hari kita bisa menemukan makhluk seperti ini di sana. Mungkin saja.

(i09.com)